Insight

Nielsen: Indonesia Peringkat Keempat Negara Paling Optimistis di Dunia

By Tim Editor12 Juni 2019 4 Mins Read
3 0

Gambar:  Fikri Rasyid / Unsplash

OFiSKITA – Perusahaan riset Nielsen dalam The Conference Board® GlobalConsumer Confidence™ Survey merilis hasil studi yang menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia relatif stabil di angka 125 pada kuartal pertama 2019 dibanding kuartal empat 2018. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat negara paling optimistis di dunia. 

Menurut Nielsen, IKK dipengaruhi oleh tiga indikator yang dihitung selama 12 bulan ke depan, yakni optimisme konsumen terhadap prospek lapangan kerja lokal, keadaan keuangan pribadi, dan keinginan untuk berbelanja. 

“Untuk Indonesia, dua indikator mengalami peningkatan pada kuartal ini,” kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin melalui siaran resminya, Senin (4/6/2019). Kedua indikator tersebut adalah prospek lapangan kerja lokal dan keadaan keuangan pribadi. 

Berdasarkan riset mereka, optimisme terhadap prospek lapangan kerja lokal meningkat dari 68% di kuartal empat 2018 menjadi 72% di kuartal pertama 2019. Selanjutnya, 83% konsumen memiliki persepsi positif mengenai keadaan keuangan pribadi mereka, meningkat dari 79% di kuartal sebelumnya. 

Sementara itu, lebih dari setengah konsumen (56%) menyatakan bahwa waktu 12 bulan ke depan adalah waktu yang baik untuk berbelanja barang-barang yang mereka inginkan dan butuhkan. Namun, untuk indikator terakhir ini ada penurunan persentase dari sebelumnya 63% di kuartal terakhir 2018. 

Secara global,  Nielsen melihat IKK stabil dengan penurunan hanya sebesar satu poin, dari 107 pada kuartal empat 2018 menjadi 106 pada kuartal satu 2019. “Konsumen cenderung mempertahankan belanja, namun lebih berhati-hati di tengah kondisi ekonomi global yang melambat,” ujar Agus.

Berdasarkan hasil riset tersebut, Nielsen mencatat ada 10 negara teroptimistis pada kuartal pertama kemarin, yakni Filipina (133), India (132), Vietnam (129), dan Indonesia (125). Lalu, Denmark di level 119, Malaysia (115), Cina (115), Uni Emirat Arab (113), Arab Saudi (112), dan Thailand (111). 

Menurut Agus, sentimen positif konsumen Indonesia akan stabilitas ekonomi membaik secara signifikan, di mana pada kuartal pertama 2019 hanya 51% konsumen online Indonesia berpendapat bahwa negara sedang berada dalam keadaan resesi ekonomi. Kepercayaan masyarakat terhadap krisis dan resesi itu menurun dibanding kuartal empat 2018 yang tercatat 57% dan 61% di kuartal tiga 2018.

Menabung dan Investasi Jadi Pilihan Utama 

Sejalan dengan meningkatnya keyakinan konsumen, Nielsen juga mencatat bahwa menabung dan berinvestasi masih menjadi pilihan utama konsumen dalam mengalokasikan sisa dana mereka setelah memenuhi kebutuhan hidup yang utama. Pada kuartal I 2019, tercatat 66% konsumen memilih untuk mengalokasikan dana cadangan mereka untuk menabung. Sedangkan, 47% memilih untuk menggunakannya untuk berlibur, dan 44% memilih berinvestasi di saham atau reksadana. 

Terkait penghematan pengeluaran rumah tangga, 43% konsumen akan mengurangi belanja baju baru serta menunda mengganti perangkat teknologi baru seperti PC, mobile dan lainnya. Sementara itu, 41% konsumen memilih mengurangi hiburan di luar rumah. 

Pada kuartal I 2019, 34% konsumen menyatakan kekhawatiran mereka akan stabilitas politik, meningkat jauh dari 24% pada kuartal IV 2018. Kekhawatiran akan keadaan ekonomi pun menjadi kekhawatiran terbesar berikutnya bagi 31% konsumen Indonesia. 

Menurut Agus, meningkatnya kekhawatiran konsumen akan stabilitas politik di kuartal I 2019 juga mempengaruhi keinginan konsumen untuk berbelanja. “Khususnya saat menjelang pemilu, konsumen mengantisipasi situasi, antara lain dengan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka,” ujar Agus. 

Sementara itu, 17% konsumen Indonesia menyatakan kekhawatiran akan toleransi antar umat beragama dan 16% merasa khawatir mengenai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan (16%). Kemudian, 12% merasa khawatir mengenai kriminalitas (12%) yang baru muncul pada kuartal pertama 2019. 

Riset ini dilakukan pada Januari 2019 dengan lebih dari 32 ribu konsumen online sebagai responden yang tersebar di 64 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Tengah Timur/Afrika, dan Amerika Utara. 

Sampel penelitian termasuk pengguna internet yang setuju untuk berpartisipasi dalam riset ini dan memiliki kuota berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk setiap negara. Oleh karena itu, responden tersebut dianggap sebagai perwakilan konsumen internet berdasarkan masing-masing negara. 

Menurut Nielsen, sampel risetnya didasarkan pada responden yang setuju untuk berpartisipasi, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada perkiraan kesalahan pada sampling teoritis yang dapat dihitung. Meski demikian, sampel probabilitas ukuran setara memiliki margin kesalahan ± 0,6% di tingkat global.

 

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Nielsen: Indonesia Peringkat Keempat Negara Paling Optimistis di Dunia", https://katadata.co.id/berita/2019/06/04/nielsen-optimisme-konsumen-indonesia-tempati-peringkat-empat-dunia

Penulis: Cindy Mutia Annur 

Editor: Ekarina

Related Articles
Insight

Potensi Besar Panas Bumi sebagai Energi Terbarukan

By Tim Editor0 seconds2 Mins Read
Insight

DPR Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 2020 Terlalu Rendah

By Tim Editor13 Juni 2019 2 Mins Read
Insight

Google: Masuknya Huawei Dalam Daftar Hitam Bisa Bahayakan AS

By Tim Editor11 Juni 2019 2 Mins Read
Insight

Risiko Global Meningkat, Harga Emas Berpotensi Terus Menanjak

By Tim Editor12 Juni 2019 2 Mins Read
Insight

White Paper Mata Uang Kripto Facebook Akan Dirilis Dua Pekan Lagi

By Tim Editor10 Juni 2019 2 Mins Read
Insight

Astra International Siapkan Modal Rp 30T untuk Ekspansi Anak Usaha

By Tim Editor10 Juni 2019 3 Mins Read
Insight

Dengan AI, Business Trip Makin Lancar Jaya

By Tim Editor07 Juni 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment