Insight

Olahan Menu Tradisional Alternatif Oleh-Oleh dari Yogyakarta

By Tim Editor22 Juni 2021 3 Mins Read
36 0

OFiSKITA - Benar adanya ungkapan yang menyatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan suka hati akan terasa menyenangkan dan tidak menjadi beban. Hal inilah yang dialami oleh Nila Rosnilawati sejak memutuskan untuk pindah domisili dari tanah kelahirannya di Bandung ke Yogya untuk alasan keluarga. Sebelumnya, Nila merupakan pendidik dengan 10 tahun pengalaman mengajar 10 tahun di sebuah di sekolah menengah atas di Bandung. Profesi itu kemudian ia tinggalkan setelah menetap di Yogyakarta.

Sebagai pengganti kesibukan bekerja sebagai pengajar, Nila memanfaatkan kesukaannya memasak untuk menjadi lahan bisnis yang menguntungkan. Pada tahun 2018 lalu Nila merintis usaha makanan tradisional yaitu ikan pepes dengan bahan ikan segar, yang diolah dengan bumbu rempah-rempah tanpa menggunakan MSG. 

Keputusan Nila menjalankan bisnis bukannya tanpa kendala. Namun ia tetap gigih dan terus berusaha. Berawal dari menerima pesanan nasi dan snack box serta cookies, hingga suatu hari Nila diminta untuk membuat produk unggulan untuk proses kurasi Dinas UMKM. Saat itu secara kebetulan Nila sedang ada permintaan pepes ikan mas, dan ternyata lolos dan ia berhak untuk mengikuti bazar selama tiga bulan. 

BACA JUGA: Bincang Singkat Akhir Pekan, Kolaborasi Kelas ASIK dan BEDO untuk Industri Kreatif

Nila memahami bahwa bisnis yang ia jalani membutuhkan identitas baik itu berupa nama produk, serta kemasan yang baik. Proses untuk menentukan keduanya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Penamaan merek dagang Nila bermula dari Saung Pepes yang ternyata tidak dapat didaftarkan untuk HAKI, kemudian berganti menjadi Saung Bu Nila, hingga akhirnya ia kini mantap dengan penyebutan Saung Yogya. 

Dari sisi kemasan Nila mencoba membuat stiker dan label. Awalnya sang suamilah yang membantu membuatkan desain tapi kemudian ia menggunakan jasa desain dari percetakan untuk melengkapi informasi tentang kandungan gizi dan lain sebagainya, sesuai persyaratan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sedangkan kemasan kaleng baru ia produksi setelah produk pepes miliknya lolos tahapan pra riset dan riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 

BACA JUGA: Terinspirasi dan Menjadi Hobi, Kini Kreasi Tas Anyaman Cantik Jadi Penghasil Pundi

Sebagian produk Saung Yogya dipasarkan secara langsung melalui bazaar seperti yang diselenggarakan oleh Dinas UMKM, namun kini juga sudah mulai merambah pasar online lewat akun Instagram dan Facebook. Selain melayani permintaan dari lingkungan terdekatnya, saat ini Saung Yogya juga menerima pesanan oleh-oleh dari luar kota seperti Medan, Kupang, Cirebon, dan Bali. 

Di tengah semakin ketatnya persaingan usaha kuliner, mimpi Nila untuk Saung Yogya kian besar setiap harinya. Ia berkeinginan untuk melanjutkan pengembangan produk, memiliki tempat produksi yang memadai, hingga keinginan mencicipi pengalaman mengirimkan produk pepes ikan andalannya hingga ke luar negeri. 

Comments
Write Comment