Insight

Otomasi di Bidang Pemasaran dengan Mengandalkan Big Data

By Tim Editor07 Desember 2018 3 Mins Read
4 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dari sebuah bisnis, sudah menjadi tugas Anda untuk siap menghadapi perubahan-perubahan yang ada khususnya yang berkaitan dengan pemasaran. Tertinggal sedikit saja maka Anda akan berada jauh dibelakang bisnis lain yang sudah lebih update. Otomasi adalah salah satu dari perubahan yang sedang berlangsung saat ini, dan menjadi tren di kalangan pemasar. Ini lebih dari sekadar mengumpulkan data dan mengotomatisasikan tindakan, tapi juga soal bagaimana memanfaatkan data yang sudah dikumpulkan sebagai modal untuk Anda menganalisa hingga akhirnya bisa memprediksi pola belanja setiap pelanggan.

Pelanggan ecommerce mungkin tidak menyadari bahwa dari detik mereka membuka web belanja online, sampai ketika sebuah item dimasukkan ke dalam keranjang belanja maupun wish list, selalu dalam pantauan instrumen terknologi. Jadi jangan heran bila-tiba-tiba di layar komputer Anda kerap muncul iklan barang-barang yang sekiranya akan Anda sukai. Berikut kemajuan otomasi yang mungkin sudah bisa Anda terapkan.

1. Lebih Banyak Data yang Dapat Diakses

Dalam sebuah wawancara dengan, Forbes, Matt Gay, CMO dari Accenture mengatakan bahwa data adalah salah satu tantangan terbesar para pemasar, terutama kemampuan untuk menggunakannya. “Itu harus dalam bentuk dan format yang mudah diakses dan dapat digunakan kedepannya, jadi Anda tidak harus memiliki orang TI yang memilah-milah dan membuat laporan statis,” tambahnya. Untungnya, ada otomatisasi untuk menangani analisis data. Perangkat lunak yang tepat dapat membantu CMOS bukan hanya untuk mengumpulkan data, tetapi juga mengubahnya menjadi wawasan yang dapat digunakan untuk tujuan periklanan dan pemasaran.

2. Augmented Reality Mengubah Media Sosial

Banyak merek yang sudah memanfaatkan augmented reality, termasuk produsen makeup besar seperti Estée Lauder dan Loreal yang memungkinkan Anda untuk mencoba warna dengan bot Facebook Messenger sebelum melakukan pembelian. Alat-alat otomasi tidak hanya memberikan wawasan pada platform augmented reality yang berkinerja tinggi, tetapi juga membuatnya lebih mudah tersedia. Aplikasi dan alat perangkat lunak ponsel cerdas sederhana terjangkau dan memberikan banyak pilihan untuk menggabungkan tema-tema ini ke dalam kampanye pemasaran.

3. Peningkatan Integrasi

Integrasi setiap alat otomasi yang Anda gunakan sangat penting untuk memberikan pengalaman holistik bagi pelanggan. Pada saat kita mencapai 2020, lanskap pemasaran saat ini akan benar-benar berbeda, berkat adanya otomatisasi. Perubahan ini membantu CMO berfokus pada hal-hal yang paling penting.

4. SEO yang lebih bernilai

Bila dahulu SEO adalah menegenai penggunaan kata kunci dan membangun tautan agar konten Anda dapat dicari, kini berubah menjadi pengalaman yang lebih dipersonalisasi dimana konten yang berkualitas adalah raja. Otomasi menawarkan kepada kita apa yang dikenal sebagai SEO semantik, seperti dijelaskan oleh Matthew Walker-Jones dari Marketing Tech News bahwa SEO semantik mencoba untuk menjawab pertanyaan yang orang ketik di kotak pencarian. Semantik menawarkan pendekatan yang lebih memahami perilaku pengguna.

5. Lebih Banyak Konteks

Pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan telah terjadi pesat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka sekarang dapat mengumpulkan petunjuk kontekstual jauh lebih baik dari sebelumnya, termasuk mengurangi ketidakakuratan. Data bisa membantu Anda kapan biasanya target audiens Anda online sehingga Anda dapat mengatur kalender konten untuk mengirim konten pada waktu-waktu tertentu. Begitupun dengan data trending topik di media sosial, dan iklan yang sangat efektif di industri yang Anda tekuni. Informasi ini dikumpulkan dengan bot dan alat otomatis lainnya sehingga dapat memberi konsumen pengalaman khusus yang paling mereka inginkan.

6. Keterlibatan Nyata

Bot otomatisasi kerap menjadi masalah, sehingga CMO menolak untuk menggunakannya karena membuat situasi menjadi canggung, kehilangan follower Anda, dan bahkan membuat akun Anda ditangguhkan atau dilarang. Namun, otomatisasi kini berbeda dengan dahulu. Banyak layanan berkualitas tinggi yang memungkinkan Anda terhubung dengan pemilik akun asli yang menjadi follower Intagram maupun akun soaial Anda lainnya.

Sumber: Oracle; cioreview.com

Related Articles
Insight

4 Pilar Penentu dalam Pengamanan Aset Data

By Tim Editor07 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Inovasi Digital Pada Renault Sport

By Tim Editor07 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Alat Ini Bisa Deteksi Tingkat Gizi Pada Tubuh Anda

By Tim Editor07 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Transformasi Dimulai Dari Internal Perusahaan

By Tim Editor06 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Mengintip Etika dan Konsep Kerja di Fuji Xerox Singapura

By Tim Editor06 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Fuji Xerox Luncurkan 14 Perangkat Multifungsi

By Tim Editor04 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Langkah Sederhana untuk Memulai Proyek Big Data

By Tim Editor04 Desember 2018 3 Mins Read
Insight

Oksigen Baru untuk Media Digital

By Tim Editor04 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Seperti Apakah Internet di Tahun 2022?

By Tim Editor05 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Perkembangan Printing di Era Digital

By Tim Editor04 Desember 2018 2 Mins Read
Comments
Write Comment