Insight

Pandangan Investor Terhadap Sektor Fintech di Asia Tenggara, Khususnya Indonesia

By Tim Editor21 Januari 2019 2 Mins Read
2 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan perkiraan populasi lebih dari 260 juta orang, telah menjadi saksi pesatnya perkembangan fintech, lewat lebih dari 260 perusahaan pada awal 2018 dan perolehan sebesar USD26 juta pada 2017. Menurut survei baru oleh tryb, Indonesia dianggap sebagai pasar fintech paling menarik di Asia Tenggara. Survei yang dilakukan terhadap lebih dari 85 responden dari berbagai sektor fintech di Asia, Eropa, dan Amerika pada akhir Oktober 2018, menemukan bahwa hampir 60% mitra terbatas melaporkan bahwa Asia Tenggara adalah pasar yang sangat menarik bagi perusahaan fintech. Secara khusus, Indonesia dianggap pasar yang paling menarik (48%), diikuti oleh Singapura (32%) dan Vietnam (13%).

Menurut ketua eksekutif Asosiasi Teknologi Keuangan Indonesia (Aftech), Kuseryansyah, akan ada lima sektor fintech yang tumbuh secara signifikan dalam lima tahun ke depan, yaitu pembayaran online, pinjaman peer-to-peer (P2P), insurtech, crowdfunding dan agregator harga. Kuserasyah mencatat bahwa pinjaman P2P dapat menawarkan pinjaman kecil yang mudah diakses. Sementara itu, insurtech dapat melayani orang-orang yang tida memiliki asuransi di Indonesia.

“Kesenjangan perlindungan asuransi di Asia Tenggara menawarkan kemungkinan baru untuk inovasi dalam asuransi mikro dan asuransi berbasis masyarakat, di mana model bisnis baru akan muncul dalam perlindungan perdagangan elektronik, mobil, perjalanan dan kesehatan,” komentar Evgenia Vorontsova, strategi senior manajer proyek di Allianz. Demikian pula, survei tryb menemukan bahwa pembayaran (39%), pinjaman (16%) dan teknologi perusahaan (16%) khususnya dianggap sebagai sektor fintech yang paling menarik bagi mitra terbatas.

Menurut survei tryb, fintech juga optimis tentang prospek pertumbuhan Asia Tenggara dan lingkungan penggalangan dana. Sebagian besar fintech mengharapkan "pertumbuhan sedang hingga cepat" di pasar mereka, dan sekarang fokus pada penskalaan dan penggalangan dana. Tiga perempat dari perusahaan fintech yang disurvei saat ini mengumpulkan modal. Penggalangan dana disebut cara paling berdampak bagi investor untuk membantu fintech mencapai tujuan mereka. Fintechs juga merasa bahwa investor dapat menambah nilai dengan memanfaatkan jaringan (15%) dan membantu penskalaan (14%).

Sebuah studi dari konsultan Bain & Company yang berbasis di Amerika mendapati bahwa ekosistem investasi di Asia Tenggara siap untuk pertumbuhan, didorong oleh minat investor yang kuat di sektor teknologi kawasan, terutama ruang fintech. Lebih dari 60% investor dari Asia Tenggara menyebut teknologi sebagai area fokus mereka pada 2018 dan 2019 dengan fintech menjadi sub-sektor terbesar, di atas kecerdasan buatan dan blockchain.

Sumber: fintechnews.sg

Related Articles
Insight

Aturan Mendasar dalam Menjalin Pertemanan di Dunia Kerja

By Tim Editor14 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Pengembangan Perangkat Lunak yang Akan Mendominasi Di Tahun Ini

By Tim Editor14 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Bagaimana Menangani Keluhan Pelanggan

By PrinterQoe12 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Akhiri Email Anda dengan Kesan yang Baik

By PrinterQoe12 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Kata Sapa Apa yang Pas Dalam Penulisan Email?

By PrinterQoe12 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Premium untuk Membangun Brand Image

By PrinterQoe11 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Profesionalisme Bisa Dilihat dari Cara Menulis dan Mengirim Email

By PrinterQoe11 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Pompa Produktivitas dengan Memahami Ritme Tubuh

By Tim Editor08 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Orang Awam Perlu Tahu Beberapa Istilah Dalam Mendesain

By PrinterQoe07 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

5 Teknik Finishing untuk Mempercantik Hasil Cetak

By PrinterQoe07 Februari 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment