Insight

Pelajaran Tenaga Surya dari Vietnam

By Tim Editor12 September 2019 3 Mins Read
67 0

Gambar: Unsplash

OFiSKITA – Pada 28 Juli lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Ignasius Jonan, memimpin kampanye GNSSA (Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap) untuk mempromosikan pemanfaatan atap solar negara.

Kampanye ini merupakan upaya untuk meningkatkan instalasi tenaga surya seperti yang tercantum dalam Rencana Energi Nasional Indonesia (RUEN), yang menargetkan instalasi fotovoltaik surya (PV) sebesar 6,5 gigawatt (GW) pada tahun 2025 dan 45 GW pada tahun 2050. Namun, instalasi surya di Indonesia tampaknya masih stagnan selama bertahun-tahun. Ini menunjukkan bahwa Indonesia, membutuhkan upaya lebih untuk mencapai targetnya.

Instalasi tenaga surya Indonesia juga tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Berdasarkan data dari Pusat Energi ASEAN (ACE), per Juni 2019, instalasi surya di seluruh ASEAN adalah sekitar 9,1 GW. Pertumbuhan ini berasal dari instalasi surya di Thailand (3 GW), Malaysia (0,7 GW), Filipina (0,8 GW) dan di Vietnam (4,5 GW). Tenaga surya memang sedang booming di Vietnam, hal ini menjadikan Vietnam penginstal PV surya terbesar di ASEAN.

Melihat keberhasilan Vietnam sebagai referensi, ada empat poin utama yang dapat dipelajari Indonesia.

Yang pertama adalah pengaturan harga insentif tenaga surya yang tepat. Vietnam menetapkan tarif FiT untuk tenaga surya di angka USD0,0935 per kilowatt hour (kWh) pada 2017. Tarif FiT tenaga surya ditetapkan lebih tinggi daripada tarif listrik rata-rata yaitu USD0,0803 per kWh, sehingga memberikan insentif bagi pengembang energi terbarukan dan menarik investasi. Di Indonesia, merujuk pada biaya pengadaan listrik oleh PLN, harga energi terbarukan, termasuk tenaga surya, dibatasi hingga maksimum tarif eceran listrik lokal yaitu sekitar USD0,07 per kWh untuk daerah permintaan listrik yang tinggi seperti Jawa.

Selain tarif, dukungan dari sektor keuangan juga penting. Di Vietnam, bank dan sektor keuangan sangat menyadari keberadaan proyek tenaga surya negara. Banyak pemberi pinjaman terdaftar untuk proyek-proyek energi terbarukan di Vietnam berasal dari bank-bank domestik, tetapi di Indonesia, kesadaran sektor keuangan akan proyek-proyek energi terbarukan masih harus diperhatikan.  

Yang ketiga, industri lokal yang matang untuk mendukung permintaan merupakan hal yang sangat penting. Vietnam memiliki industri manufaktur tenaga surya yang matang untuk memenuhi permintaan tinggi ketika FiT ditetapkan. Belajar dari ini, pemerintah perlu mendukung kemampuan manufaktur dari produsen solar lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Yang terakhir, memudahkan proses mendapatkan izin dan dukungan dari pemerintah daerah untuk proyek tenaga surya juga sangat penting untuk memastikan penyebaran tenaga surya.  Di Vietnam, beberapa otoritas lokal telah mengembangkan roadmap sendiri. Pengembang tidak lagi harus berurusan dengan proses panjang untuk mendapatkan izin, pemerintah daerah bahkan memberikan insentif seperti tanah yang dapat disewa oleh pengembang

Dengan mengadopsi empat poin ini dari Vietnam, Indonesia kemungkinan akan lebih mudah mencapai target mereka dalam waktu enam tahun. Vietnam telah memberikan pelajaran yang sangat berharga, dan Indonesia seharusnya bisa belajar.

Sumber: The ASEAN Post, Liputan6, Tirto.id

Related Articles
Insight

Dari HCI Kini Beralih ke dHCI dengan One Management Integration Plan

By Tim Editor17 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Begini Upaya Malaysia Tingkatkan Energi Terbarukan

By Tim Editor07 Agustus 2019 2 Mins Read
Insight

ASEAN Bisa Jadi Pusat Energi Terbarukan

By Tim Editor31 Juli 2019 2 Mins Read
Insight

Inilah Kira-kira Tren Industri Event di Masa Depan

By Tim Editor02 Juli 2019 3 Mins Read
Insight

Tren Menu pada Event Besar

By Tim Editor01 Juli 2019 2 Mins Read
Insight

Konsep Event yang Rajai Pasar Tahun Ini

By Tim Editor26 Juni 2019 3 Mins Read
Insight

Tren Event Konferensi Sehat

By Tim Editor26 Juni 2019 2 Mins Read
Insight

Halal Industry, Here We Come!

By Tim Editor20 Mei 2019 2 Mins Read
Insight

Tren Teknologi ini Sudah Ada di Indonesia Lho!

By Tim Editor25 Februari 2019 3 Mins Read
Comments
Write Comment