Insight

Pemerintah Anggap Manufaktur Adalah Kunci

By Tim Editor30 April 2019 2 Mins Read
18 0

Gambar: Unsplash

OFiSKITA – Sektor manufaktur dinilai akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional karena sektor tersebut berperan penting dalam menciptakan nilai tambah, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut ditekankan oleh Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI. Dilansir oleh Kontan.co.id, menurut Airlangga, era perdagangan bebas yang terjadi saat ini membuat akses pasar semakin terbuka dan hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri. Ia menambahkan, Indonesia harus meningkatkan daya saing agar mampu berkompetisi untuk menguasai pasar yang tersedia.

Saat ini, Indonesia telah menerapkan road map Making Indonesia 4.0 dalam rangka menyambut Revolusi Industri 4.0 yang menargetkan industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global. Implementasi industri 4.0 dinilai akan mendorong peningkatan investasi, terutama yang terkait dengan penggunaan teknologi pendukung seperti Internet of Things (IoT).

Menurut Gatra, Investasi di sektor industri manufaktur mengalami kenaikan. Data dari Kemenperin menunjukkan kontribusi sektor naik menjadi Rp226,18 triliun di 2018 dari sebesar Rp195,74 triliun npada tahun 2014. 

Guna meningkatkan daya saing, Kemenperin telah melakukan upaya-upaya strategis, termasuk memfasilitasi pemberian insentif fiskal berupa tax allowance serta tax holiday, melakukan pengendalian impor dan pengamanan pasar dalam negeri, optimalisasi pemanfaatan pasar dalam negeri dan pasar ekspor, serta pelaksanaan Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN).

Selain insentif fiskal, Kemenperin juga menyediakan insentif non-fiskal seperti program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui Diklat sistem 3 in 1 dan Program Diploma I Industri.

Data Kemenperin juga menunjukkan dari 2014 sebanyak 25.094 unit usaha menjadi 30.992 unit usaha pada 2018. Dengan kata lain, terjadi pertumbuhan sebanyak 5.898 unit usaha. 

Sektor manufaktur memang dipandang sangat menyerap tenaga kerja, ini terbukti dengan tingginya kontribusi pada industri makanan sebesar 26,67%, industri pakaian jadi sebesar 13,69%, industri kayu, barang dari kayu, dan gabus sebesar 9,93%,  industri tekstil sebesar 7,46%, industri barang galian bukan logam sebesar 5,72%, serta industri furnitur sebesar 4,51%.

Sumber: Kontan, Gatra, Kompas

Related Articles
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Hadir! Medsos Bebas Iklan

By Tim Editor21 November 2019 3 Mins Read
Insight

Perusahaan Digital Raup Pasar Syariah

By Tim Editor18 November 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment