Insight

Pendatang Baru di Bisnis Pesan-Antar Makanan

By Tim Editor15 Februari 2021 2 Mins Read
28 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Pasar layanan pesan-antar makanan terbukti digandrungi banyak orang, khususnya di masa pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan penelitian McKinsey pada tahun 2020, terjadi peningkatan sebesar 34% di Indonesia dalam hal penggunaan jasa pesan antar makanan selama masa pandemi. Survei serupa dari DailySocial dan Populix juga mendapatkan data bahwa 53% responden mengatakan bahwa aplikasi pesan-antar makanan banyak digunakan selama periode karantina mandiri.   

Peluang ini dimanfaatkan oleh Shopee melalui kanal Shopee Food sejak April 2020 dengan memasarkan produk makanan dan minuman yang tahan lama seperti frozen food dan minuman kemasan. Saat ini Shopee sedang dalam persiapan untuk semakin memperluas pasar mereka, sekaligus menjadi pesaing layanan pesan-antar makanan yang sudah lebih senior yaitu GoFood dan GrabFood. Bedanya ini adalah kali pertama perusahaan e-commerce bermain di lahan yang lebih dulu dikuasai oleh perusahaan ride hailing

Hal ini ditandai juga dengan pengumuman resmi pihak Shopee Indonesia mengenai perekrutan mitra pengemudi di jagad maya. Layanan Shopee Food sendiri disinyalir akan terpisah dari aplikasi utama Shopee. Menurut Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja, perusahaannya menyoroti perubahan besar dari pergeseran kebiasaan masyarakat Indonesia yang mengutamakan untuk membeli makanan secara online.  Masih menurut Handhika, lebih dari 500 mitra penjual makanan dan minuman siap saji dikurasi oleh perusahaan, dan mereka berkomitmen untuk memperbanyak mitra penjual dan memperluas cakupan Shopee Food ke luar Jakarta. Tentunya Shopee perlu memperkuat infrastruktur yang sudah ada, yaitu ShopeePay dan logistik Shopee Xpress. Induk Shopee, Sea Limited Group yang berlokasi di Vietnam malahan sudah lebih dulu meluncurkan layanan pesan-antar makanan dengan nama Now, setelah mengakuisisi Foody Corporation. 

GlobalWebIndex melakukan survei global untuk mengetahui apa saja yang membuat orang tergerak untuk memesan makanan secara online, dan lima alasan teratas adalah: gratis ongkos kirim sebanyak 51%, pengiriman cepat 48%, penawaran diskon 43%, ketersediaan dan kelengkapan produk 36%, serta kemudahan proses pemesanan 30%. Selain Shopee, ditengarai Tokopedia juga sedang dalam rencana merger dengan Gojek. Jika benar adanya, penggabungan ini akan semakin memperluas kolaborasi di banyak sisi, termasuk perluasan layanan GoPay untuk pembayaran di Tokopedia.

Sumber: katadata.co.id; tekno.kompas.com; dailysocial.id; markey.id

Related Articles
Insight

Memahami Pentingnya Customer Journey Map

By Tim Editor21 hours ago4 Mins Read
Insight

Merancang Email Marketing yang Agile

By Tim Editor04 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

8 Langkah Membuat Marketing Plan

By Tim Editor03 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

Tren Fesyen & Perhotelan Selama dan Pasca Pandemi

By Tim Editor26 Februari 2021 7 Mins Read
Insight

Prediksi Tren Big Data 2021/2022

By Tim Editor18 Februari 2021 3 Mins Read
Insight

Laris Manis Mobil Bekas

By Tim Editor11 Februari 2021 2 Mins Read
Insight

Free Flow Core Hilangkan Kerepotan Pengolahan Dokumen

By Tim Editor11 Februari 2021 2 Mins Read
Insight

Work-Life Integration Lebih Relevan, Geser Konsep Work-Life Balance

By Tim Editor08 Februari 2021 2 Mins Read
Insight

Duet Software & Perangkat Canggih Hasilkan Produk Personalisasi Memikat

By Tim Editor03 Februari 2021 2 Mins Read
Insight

Kabar Baik untuk Divisi General Affair & Procurement

By Tim Editor01 Februari 2021 2 Mins Read
Comments
Write Comment