Insight

Penerus Usaha Abon Sapi Keluarga yang Belajar dari Nol

By Tim Editor15 Juli 2020 3 Mins Read
39 0

Gambar: Dokumentasi pribadi

OFiSKITA - Di kawasan Jawa Tengah khususnya Purbalingga, Novi Kurnia Setiawati dikenal lewat usaha keluarga jual abon sapi yang berlangsung turun temurun sejak tahun 1968. Namun tidak banyak yang tahu bahwa sebelum diberi kepercayaan untuk melanjutkan bisnis keluarga, Novi menempa dirinya terlebih dahulu dengan menjalani usaha kecil-kecilan. Novi memulai petualangan bisnisnya sejak duduk di kelas 1 sekolah menengah atas. Setiap hari Novi memproduksi kue Kamir yang kemudian ia titipkan ke toko-toko, atau langsung ia antar menggunakan motor sebelum masuk sekolah. Tumbuh di tengah keluarga pengusaha rupanya secara tidak langsung mengasah naluri Novi bukan hanya dalam berbisnis, tetapi juga dalam hal berinvestasi. 

Investasi pertama Novi berupa lahan desa yang ia sewa dari keuntungan menjual kue Kamir. Lahan tersebut ia percayakan kepada petani lokal untuk dikelola dengan sistem bagi hasil. Hasil dari pengelolaan lahan itu kemudian dijadikan modal oleh Novi untuk membeli tanah seluas 4900m2. Setelah lulus sekolah dan memasuki dunia kampus, semangat bisnis Novi masih terus berkobar. Ia tidak segan berjualan batik Pekalongan, menjual air mineral ukuran galon, hingga berjualan rempah-rempah kualitas super. 

BACA JUGA: Astragraphia Adakan Kelas Online Kreatif CAP Batch 3, untuk Dukung Kebangkitan Industri Kreatif Bali

Abon Sapi Terkenal Produk 'Abon Cap Koki'  

Dari perjalanannya mempelajari seluk beluk dunia bisnis, akhirnya pada tahun 2014 lalu Novi memantapkan diri untuk mengelola usaha orang tua yang bergerak di bidang produksi abon sapi, bumbu pecel, serundeng kacang, dan kering kentang. Novi memoles usaha rumahan yang dirintis orang tuanya 52 tahun lalu agar up-to-date dengan perkembangan dunia bisnis saat ini. Ia merapikan sistem produksi, standar kebersihan dan kesehatan, sampai dengan urusan legalitas dan pengurusan hak kekayaan intelektual (KI). Nama brand 'Abon Cap Koki' sengaja dipilih Novi karena menurutnya sosok koki lah yang berperan dalam meramu rasa sehingga sebuah bisnis kuliner bisa berhasil. 

Demi kelancaran usahanya, Novi dibantu oleh 15 orang karyawan yang bertugas di bagian produksi, pemasaran, sekaligus penjaga outlet. Ya, selain memanfaatkan media soal dan platform ecommerce sebagai saluran penjualan online, Novi juga menyeimbangkan penjualan produk kuliner premiumnya melalui penjualan langsung di outlet dan reseller. Kedua strategi tersebut ia kombinasikan agar seluruh pelanggan di dalam dan luar kota dapat dilayani dengan baik. 

BCA JUGA: Milenial yang Jeli Melihat Peluang Bisnis

Kualitas produk premium tentunya juga dibarengi dengan kemasan yang tidak sembarangan. Novi bahkan menggunakan jenis kemasan primer dan sekunder seperti plastik, alumunium foil, kotak kertas dan composite can, untuk menjaga agar kondisi produk kulinernya tetap baik. Sedangkan untuk pengiriman produk ke Semarang, Jakarta, Bogor, Bandung, Batam, Bali, Samarinda, dan Palembang, Novi menggunakan kardus dengan ketebalan tertentu untuk meminimalkan kerusakan produk saat proses pengiriman. 

Seperti yang dialami mayoritas pebisnis lainnya, di masa pandemi sekarang ini Abon Cap Koki sempat mengalami sekitar 15% penurunan penjualan karena aktivitas masyarakat yang terhenti. Namun itu tidak berlangsung lama karena kemudian penjualan berangsur-angsur naik sampai pada posisi normal, bahkan cenderung bertambah karena semakin banyak masyarakat yang merasa perlu menyimpan makanan yang tahan lama untuk bertahan selama pandemi.

Sekilas Tentang Abon Cap Koki

Abon Cap Koki adalah produsen kuliner yang telah berpengalaman sejak tahun 1968, dengan produk spesial yaitu abon sapi terbuat dari bahan baku kualitas terbaik. Seluruh produk Cap Koki memiliki cita rasa yang unik dan berkualitas. Pastikan Anda merasakan sensasi kesempurnaan rasa di setiap produk Cap Koki. Kunjungi kami di www.capkoki.com.

Sumber: Peserta CAP Astragraphia Batch 1-2020

Related Articles
Insight

Produktivitas yang Fleksibel untuk Anda yang Sedang WfH

By Tim Editor17 September 2020 3 Mins Read
Insight

Memulai Bisnis di Tengah Pandemi? Anda Hebat!

By Tim Editor16 September 2020 3 Mins Read
Insight

5 Tips Agar Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

By Tim Editor02 September 2020 3 Mins Read
Insight

Sekali Dayung Dua Bisnis Dijalani Sekaligus

By Tim Editor18 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia

By Tim Editor14 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Kue Cokelat Obat Survive di Tengah Krisis

By Tim Editor13 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

PrintQoe.com Beberapa Kali Raih Penghargaan

By PrintQoe07 Agustus 2020 2 Mins Read
Insight

Mantan Pelayan Banting Stir Jual Makanan Online

By Tim Editor29 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Susu Kambing Etawa, Dari dan Untuk Masyarakat Indonesia

By Tim Editor17 Juli 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment