Digital Services

Peran Besar myforce dalam Manajemen HSE

By Tim Editor09 Agustus 2019 2 Mins Read
75 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Dalam sebuah perusahaan khususnya yang bergerak di bidang konstruksi atau kilang minyak biasanya terdapat 3 jenis manajemen, diantaranya Manajemen SDM, Manajemen Keuangan, dan Manajemen HSE (Health, Safety, Environment).

HSE sendiri juga bisa bertransformasi menjadi EHS, HES, SHE, K3LL (Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Lindung Lingkungan), atau SSHE (Security, Safety, Health, Environment), tergantung penyebutan  dari masing-masing perusahaan. 

HSE sebagai sebuah sistem manajemen sebuah organisasi atau perusahaan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sasaran dan visinya dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan. Sebagai sebuah sistem, ini adalah panduan dan aturan main bagi semua jajaran baik tim manajemen maupun pekerja dan sub lini organisasi yang ada dalam organisasi/perusahaan.

Membicarakan HSE bukan sekedar mengetengahkan isu seputar hak dan kewajiban, akan tetapi juga korelasinya terhadap produktivitas karyawan. Belum lagi antisipasi kecelakaan kerja apabila terjadi kasus karena kesalahan prosedur ataupun kesalahan pekerja itu sendiri.

Berbeda pekerjaan, berbeda pula tingkat resikonya. Misal HSE perusahaan konstruksi akan berbeda dengan HSE pertambangan atau dengan HSE migas. Beruntung di era teknologi sekarang, isu HSE sudah semakin mudah dikontrol. 

Pelaporan yang tadinya dilakukan secara konvensional kini sudah bisa diotomatisasi melalui perangkat pendukung seperti myforce, yang sengaja dirancang untuk mengakomodir keselamatan pekerja lapangan.

Melalui myforce setiap karyawan bisa melaporkan semua yang terjadi di lahan konstruksi atau lepas pantai, terutama hal-hal yang berpotensi menjadi kecelakaaan kerja sehingga bisa diantisipasi dan tidak membawa dampak buruk seperti yang terjadi pada drilling rig “The Deepwater Horizon” 20 April 2010 lalu.

Ledakan dan kebakaran yang terjadi di area tersebut menyebabkan lebih dari 200 juta galon minyak mentah tumpah di Teluk Meksiko selama 87 hari, 11 orang tewas dan 17 orang luka-luka, serta lebih dari 8000 satwa dilaporkan mati hanya dalam waktu 6 bulan setelah kejadian tersebut.

Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya bila Anda mencari tahu lebih dalam lagi mengenai myforce dengan menghubungi Contact Center AGIT di nomor (021) 2924 1177 atau dengan mengunjungi www.ag-it.com

Sumber: manajemen-leadership.blogspot.com; geoenergi.co.id

Related Articles
Digital Services

Astragraphia Perluas Penjualan dan Jamin Pelayanan Purna Jual Mesin Cetak Digital Offset di Indonesia

By Astragraphia Document Solution12 Februari 2020 3 Mins Read
Digital Services

Iridesse Mesin Cetak Profesional Andalan Prima Print Shop & Copy Centre

By Astragraphia Document Solution20 Januari 2020 3 Mins Read
Digital Services

Iridesse Sukses Tingkatkan Layanan PrimaGraphia

By Astragraphia Document Solution21 Januari 2020 2 Mins Read
Digital Services

mygate Garap Data Cleansing & Data Enrichment dalam Sekejap

By Tim Editor17 Januari 2020 3 Mins Read
Digital Services

Cost Efficiency di Tahun Baru Dimulai dari Lingkungan Kerja yang Aman & Sehat

By Tim Editor16 Januari 2020 3 Mins Read
Digital Services

Graphtec FCX2000-60CV, Mesin Potong On-Demand

By Tim Editor13 Januari 2020 2 Mins Read
Digital Services

Printronix P8000ZT, Ideal untuk Semua Industri

By Tim Editor08 Januari 2020 2 Mins Read
Digital Services

Gathering Launching Prime Link C9065 “Simply Professional, Expand Your Business”

By Astragraphia Document Solution16 Desember 2019 2 Mins Read
Digital Services

AGIT Raih Runner Up Microsoft Hike-a-Thon

By Astra Graphia Information Technology12 Desember 2019 2 Mins Read
Digital Services

Ruang Kreasi dan Ekspresi Tanpa Batas Bagi Desainer Grafis Indonesia

By Astragraphia Document Solution13 Desember 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment