Insight

Peran Kecerdasan Buatan Dalam Dunia Kreatif

By Tim Editor04 Desember 2018 2 Mins Read
2 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Perlahan namun pasti, kecerdasan buatan mulai memasuki setiap celah kehidupan manusia, baik itu pribadi dan industri. Perusahaan otomotif raksasa seperti Lexus misalnya, sudah menggunakan AI dalam iklannya. Pihak Lexus berkolaborasi dengan The & Partnership, agensi kreatif yang berbasis di London, dan Visual Voice yang memanfaatkan AI dengan IBM Watson, untuk membuat naskah iklan. Ini adalah sebuah kolaborasi yang menjadi contoh ideal mengenai bagaimana manusia dan mesin dapat bekerja sama di era AI.

Proses ini meliputi analisis dari 15 tahun rekaman, teks, dan audio pemenang penghargaan untuk kampanye mobil dan merek mewah yang telah memenangkan penghargaan internasional Cannes Lions untuk kreativitas, serta berbagai data eksternal lainnya. Watson kemudian  mengidentifikasi elemen-elemen yang yang cerdas dan menghibur secara emosional. Dari cerita yang dibangun oleh agensi kreatif, kecerdasan buatan bisa menginformasikan alur skrip dan garis besarnya. Pada tingkat produk, teknologi Watson memanfaatkan kombinasi Watson Visual Recognition, Watson Tone Analyzer, Watson Text to Speech, dan Watson Personality Insights.

Untuk membangun cerita, tim kreatif mengumpulkan kecerdasan tambahan dengan melakukan studi akademis ke dalam intuisi manusia. Melalui MindX, divisi ilmu terapan dari Universitas New South Wales di Australia, tim kreatif mencoba untuk memahami apa yang membuat seseorang menjadi intuitif, dan bagaimana orang-orang yang memiliki intuisi tingkat tinggi menanggapi iklan mobil.

Iklan ini sekaligus mencerminkan sebuah gerakan menuju penggunaan AI yang lebih besar di industri kreatif. Sebelum Anda sadari, AI telah membantu menulis lagu pop, membuat trailer film, meniru gaya para pelukis besar, dan mengarahkan keputusan kreatif dalam pembuatan film. Tren ini menimbulkan pertanyaan apakah AI akan menggantikan kreativitas manusia. Namun IBM mempertahankan tujuan AI bukan untuk menandingi pikiran manusia, tetapi lebih untuk mengilhami kreativitas dan berpikir tentang proses kreatif.

Naskah yang dihasilkan dari AI ini kemudian divisualisasikan oleh sutradara pemenang Oscar Kevin Macdonald, yang memproduksi  ‘The Last King of Scotland,’ the Whitney Houston biopic ‘Whitney,’ dan peraih Oscar dalam kategori dokumentery ‘One Day in September.’ Kevin mengatakan bahwa AI menginterpretasikan emosi manusia melalui jalan cerita yang sederhana namun menarik. Menurutnya cukup mengagetkan bahwa ini adalah dihasilkan oleh mesin dan bukan manusia.  

Sumber: IBM

Related Articles
Insight

Otomasi di Bidang Pemasaran dengan Mengandalkan Big Data

By Tim Editor07 Desember 2018 3 Mins Read
Insight

Inovasi Digital Pada Renault Sport

By Tim Editor07 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Alat Ini Bisa Deteksi Tingkat Gizi Pada Tubuh Anda

By Tim Editor07 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Fuji Xerox Luncurkan 14 Perangkat Multifungsi

By Tim Editor04 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Langkah Sederhana untuk Memulai Proyek Big Data

By Tim Editor04 Desember 2018 3 Mins Read
Insight

Oksigen Baru untuk Media Digital

By Tim Editor04 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Perkembangan Printing di Era Digital

By Tim Editor04 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Percepatan Transformasi AI dan Big Data dengan BlueData

By Tim Editor06 Desember 2018 2 Mins Read
Insight

Pengaplikasian High Performance Computing Pada Berbagai Sektor

By Tim Editor04 Desember 2018 4 Mins Read
Comments
Write Comment