Insight

Peran Pemerintah Dibutuhkan dalam Implementasi Drone

By Tim Editor11 Februari 2019 2 Mins Read
2 0

Gambar:  Unsplash

OFiSKITA – Revolusi Industri Keempat dicirikan dengan kecepatan dan jangkauan lingkup teknologi yang lebih dari sebelumnya. Berbondong-bondong, pemerintah di seluruh dunia berusaha keras untuk mengadaptasi teknologi baru dengan berbagai macam pendekatan, mulai dari kebijakan, dukungan dana, hingga regulasi yang mengarah pada transformasi digital. Hal ini terlihat dari bagaimana kecerdasan buatan mengambil alih penetapan keputusan dan kontrol sistem. 

Tak hanya pada sistem, Revolusi Industri Keempat juga mendorong pemerintah menyusun langkah untuk mengimplementasikan alat baru untuk menjaga keamanan udara selagi meningkatkan mobilitas manusia dan barang. Salah satu contoh nyatanya adalah penggunaan drone atau pesawat mini tak berawak. Drone pertama kali diperkenalkan di Inggris tahun 1944, teknologi kendaraan udara ini kini akrab dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Alat ini dapat mengangkut barang dengan cepat, efisien dan lebih murah dibanding transportasi darat pada umumnya. Mengingat banyaknya daerah di dunia yang belum bisa diakses dengan cepat, drone menjadi solusi untuk mengatasi infrastruktur yang belum memadai. Bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, penerapan teknologi drone sangat bermanfaat untuk pemetaan daerah. 

Namun, saat ini, sebagian besar pemerintah di dunia belum memiliki mekanisme pengawasan yang tepat untuk teknologi drone. Di Indonesia, khususnya, salah satu tantangannya adalah penggunaan pendekatan interdisipliner antarilmu termasuk geografi, teknik geodesi dan teknik sipil.

Dalam laporan yang disusun World Economic Forum, setidaknya ada lima poin yang harus diperhatikan oleh pemerintah ketika ingin mengimplementasikan drone dalam sistem negaranya.

1. Pemerintah harus bisa memastikan bahwa komunikasi semua pihak untuk memberikan pemahaman mengenai peluang, tantangan, dan solusi teknologi drone berjalan lancar.

2. Para pemangku kepentingan juga harus diyakinkan bahwa teknologi drone yang akan diterapkan di negaranya sudah matang untuk dioperasikan, atau setidaknya menjalankan uji coba atau eksperimen.

3. Pemerintah juga harus bisa memberikan pemahaman kepada warga negaranya bahwa teknologi berkembang dengan cepat, kebijakan yang mengatur teknologi tersebut juga harus dapat berkembang secara konsisten. 

4. World Economic Forum juga melaporkan bahwa pemerintah dapat menyediakan data open-source untuk menginformasikan perkembangan teknologi, membantu pertumbuhan teknologi domestik dan mendorong inovasi pada sektor ekonomi lokal.

5. Satu hal terpenting dalam pengimplementasian teknologi drone adalah perlu adanya manajemen lalu lintas tak berawak (UTM). Hal ini dimaksudkan untuk tetap memantau lalu lintas peredaran drone, termasuk pendaftaran, identifikasi, otorisasi, dan konfigurasi yang akan menjadi kebutuhan bagi pemerintah.

Sumber: World Economic Forum, The Conversation

Related Articles
Insight

Pengembangan Perangkat Lunak yang Akan Mendominasi Di Tahun Ini

By Tim Editor14 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Perangkat Baru Google Identifikasi Kata Sandi yang Tidak Aman

By TIm Editor06 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Selain Gaming, AR Juga Dapat Digunakan untuk 6 Hal Ini

By Tim Editor04 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Masa Depan E-Learning di Tangan AI

By Tim Editor01 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Perkembangan Seni Percakapan di Era Kecerdasan Buatan

By Tim Editor31 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

Startup yang Ubah Pakaian Lama Menjadi Bahan Baku

By Tim Editor30 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

Mitos Seputar Teknologi yang Banyak Dipercaya Orang

By Tim Editor30 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

4 Alasan Blockchain Kerap Dipakai oleh Perusahaan

By Tim Editor28 Januari 2019 3 Mins Read
Insight

ASEAN Berbondong-bondong Kembangkan 5G

By Tim Editor24 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

Sering Tersambung dengan WiFi Gratis? Waspadai Hal-hal Ini!

By Tim Editor24 Januari 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment