Insight

Personal Brand Sama Pentingnya dengan Business Brand

By Tim Editor27 Desember 2019 3 Mins Read
20 0

Gambar: Pexels

OFiSKITA - Sebagai pendiri atau seseorang yang menduduki posisi yang cukup tinggi di dalam perusahaan, Anda tidak saja harus memikirkan bagaimana menampilkan image perusahaan yang baik di mata publik melainkan juga bagaimana mengolah personal branding, khususnya apabila Anda termasuk aktif dalam jagad media sosial.  Sebelum lebih lanjut mendalami mengenai personal branding. Sadarilah bahwa dengan jabatan yang Anda pegang sekarang, ada tanggung jawab besar yang diemban. Secara tidak langsung Anda merupakan sosok yang diharapkan menjadi panutan paling tidak oleh bawahan dan karyawan di kantor. Dengan alasan itulah Anda harus bisa lebih menjaga sikap, perkataan, serta tingkah laku. Ini bukan soal pencitraan melainkan juga melatih ciri agar bisa lebih mengontrol apa yang Anda ucapkan dan lakukan.    

Seperti dikutip dari entrepreneur.com, Impact Learning Center menemukan bahwa 82 persen konsumen lebih mungkin memercayai sebuah perusahaan jika CEO aktif di media sosial. Membangun kepercayaan adalah manfaat utama dari personal branding yang kuat, dan implikasinya jauh melebihi peningkatan penjualan. Berikut adalah empat alasan mengapa personal branding sangat penting bagi para pendiri.

1. Personal brand menjadi pembeda produk Anda di pasaran

Lip kit milik Kylie Jenners, franchise Wahlburgers milik Mark Wahlberg dan saudara-saudaranya, dan Honest Company milik Jessica Alba populer di kalangan publik karena adanya unsur kepercayaan sehingga konsumen menjatuhkan pilihan lipstik, burger dan produk bayi kepada ketiga brand tersebut. Ini bukan berarti Anda harus menjadi selebriti, tetapi Anda perlu membangun beberapa jenis platform dan menghasilkan konten yang 'berbicara' kepada audiens target Anda. Personal branding terbaik menciptakan berbagai pengalaman melalui konten yang dibagikan di platform mereka

 2. Personal brand membangun kredibilitas untuk meningkatkan modal

Bukan rahasia bahwa investor berinvestasi pada sosok orang dan bukan ide bisnis itu sendiri. Bahkan ini tertulis sebagai prinsip dalam “Investor’s Rule”. Karenanya, investor lebih cenderung berinvestasi di perusahaan Anda jika Anda telah mengumpulkan eksposur untuk personal branding dan telah membangun kepercayaan yang nyata dengan audiens Anda. 

3. Lebih banyak artikel ditulis tentang sosok orangnya daripada perusahaannya 

Jurnalis tahu artikel mana yang paling banyak diminati, dan itu adalah artikel seputar kisah di balik perusahaan. Alasan di balik ini adalah neurologis dimana otak manusia 22 kali lebih mungkin mengingat cerita daripada fakta. 

Jadi, sebuah artikel tentang bagaimana Anda membangun startup fintech di asrama kampus lebih diminati ketimbang artikel yang hanya membahas apa yang dilakukan startup fintech Anda. Agar bisa menonjol di pasar yang padat, meningkatkan peluang untuk mendapatkan investasi serta populer di media, pastikan Anda meluangkan waktu untuk merencanakan personal brand Anda serta membangun hubungan baik dengan target market Anda. 

Sumber: entrepreneur.com

Related Articles
Insight

Memulai Bisnis di Tengah Pandemi? Anda Hebat!

By Tim Editor16 September 2020 3 Mins Read
Insight

5 Tips Agar Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

By Tim Editor02 September 2020 3 Mins Read
Insight

Sekali Dayung Dua Bisnis Dijalani Sekaligus

By Tim Editor18 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia

By Tim Editor14 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Kue Cokelat Obat Survive di Tengah Krisis

By Tim Editor13 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

PrintQoe.com Beberapa Kali Raih Penghargaan

By PrintQoe07 Agustus 2020 2 Mins Read
Insight

Susu Kambing Etawa, Dari dan Untuk Masyarakat Indonesia

By Tim Editor17 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Penerus Usaha Abon Sapi Keluarga yang Belajar dari Nol

By Tim Editor15 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Tips Kerja Produktif Saat Kembali Ngantor Di New Normal

By AXIQoe14 Juli 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment