Insight

Personalisasi Perjalanan Wisata oleh AI

By Tim Editor13 Desember 2018 2 Mins Read
1 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Ada masanya ketika melakukan perjalanan dengan pesawat adalah sebuah kemewahan. Semua kebutuhan penumpang disediakan oleh pihak maskapai, dengan perlakuan ekstra bak raja dan ratu. Kini maskapai penerbangan menghidupkan kembali kenangan menyenangkan saat bepergian itu dengan bantuan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi mutakhir lainnya.

AI memberi para awak kabin pengetahuan mengenai personalisasi pengalaman perjalanan. Wisatawan sekarang ini memiliki lebih banyak pilihan operator, harga tiket, dan opsi layanan daripada dekade sebelumnya. Antara 2010 dan 2016, jumlah penerbangan per tahun oleh industri penerbangan global meningkat dari 27,8 juta menjadi 35,4 juta. Sementara itu, masuknya lebih banyak maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) juga berdampak pada pasar. Penerbangan LCC harian selama periode yang sama tumbuh sebesar 62 persen (dari 5.200 penerbangan per hari meningkat hingga 8.400).

Pramugari Air Canada, misalnya, membawa aplikasi Ancillary IBM di perangkat seluler mereka untuk menganalisis makanan dan minuman, serta barang dagangan yang ditawarkan selama penerbangan. Aplikasi ini juga menampilkan peta tempat duduk, sehingga memungkinkan untuk membuat perubahan pengaturan duduk. Ini semua didukung oleh analisis AI tentang penumpang berdasarkan interaksi sebelumnya.

"Industri penerbangan tampaknya tidak menyadari bahwa mereka memiliki harta karus berupa data," kata Vivek Wadhwa, seorang Rekan dan profesor terhormat di Carnegie Mellon University Silicon Valley. "Data ini dapat membantu maskapai memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan mereka, mengoptimalkan operasi, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi."

Augmented reality memberi peluang bagi maskapai penerbangan untuk menggunakan data tersebut untuk membentuk perjalanan seorang pelancong jauh sebelum mereka mencapai gerbang keberangkatan. Consumer analyst dan co-founder Atmosphere Research, sebuah perusahaan riset industri travel, Henry Harteveldt, membayangkan bahwa suatu hari nanti para pelancong akan menggunakan augmented reality di smartphone mereka untuk menavigasi tata letak terminal bandara, termasuk restoran, toko, dan lounge.
,Sumber: IBM

Related Articles
Insight

Menanti Quantum Computing di Masa Depan

By Tim Editor21 Maret 2019 2 Mins Read
Insight

Kecanggihan Mavic Air Bisa Kontrol Drone Hanya dengan Tangan

By Tim Editor0 seconds2 Mins Read
Insight

DJI Mavic 2, Fitur Unggulan yang Tidak Main-Main

By Tim Editor19 Maret 2019 1 Mins Read
Insight

Yuk Kenali Konsep Cryptocurrency!

By Tim Editor15 Maret 2019 2 Mins Read
Insight

Coworking Space Berkembang Pesat, Bagaimana Nasib Kantor Saat Ini?

By Tim Editor12 Maret 2019 2 Mins Read
Insight

Bisnis Anda Perlu Bot atau Tidak? Baca Dulu yang Ini!

By Tim Editor11 Maret 2019 2 Mins Read
Insight

Sampaikan Kabar Buruk Kepada Karyawan dengan Cara yang Elegan

By Tim Editor20 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

3 Cara Blockchain Lindungi Konsumen dari Penipuan

By Tim Editor20 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Apa Pentingnya Branding Bagi Sebuah Produk?

By Tim Editor19 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Ketika Memilih Perangkat Analisis Big Data

By Tim Editor19 Februari 2019 3 Mins Read
Comments
Write Comment