Insight

Pertahankan atau Hapus Saja Akun Facebook Perusahaan?

By Tim Editor28 April 2021 3 Mins Read
4 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Sejak awal kemunculannya hingga sekarang, Facebook merupakan fenomena yang menarik jutaan orang, baik untuk sekedar mengumpulkan 'teman maya,' hingga dimanfaatkan untuk menjajakan dagangan dengan biaya terjangkau. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknik pemasaran, banyak perusahaan juga kemudian berbondong-bondong memanfaatkan Facebook sebagai sarana untuk mempromosikan produknya. Dengan algoritma yang dirancang sedemikian rupa, Facebook bisa menampilkan iklan produk yang sesuai dengan minat pemilik akun, sehingga potensi pembelian menjadi jauh lebih spesifik.  

Namun lambat laun, berbarengan dengan munculnya isu-isu kebocoran data pengguna Facebook, beberapa perusahaan mulai berpikir untuk menghapus akun bahkan ada yang benar-benar sudah meninggalkan Facebook. Sebagai seorang pemasar, mungkin sulit bagi Anda membayangkan hidup tanpa halaman Facebook karena bagaimanapun media sosial, telah menggantikan media tradisional sebagai kendaraan untuk mendapatkan visibilitas pasar. 

BACA JUGA: Memahami Pentingnya Customer Journey Map

Namun bila Anda benar-benar jujur pada diri sendiri, sebegitu besarnya kah perbedaan antara traffic dan click? Dikutip dari entrepreneur.com, CEO dari Idka, Göran Wågström menyatakan tidak banyak "klik" yang benar-benar menghasilkan konversi, walaupun memang banyak yang me-like halaman Facebook perusahaan tersebut. Akan tetapi itu tidak menjamin bahwa orang mereka akan melihat isinya. 

Menurut Göran Facebook malah bisa merusak merek produk Anda, karena algoritma untuk mengarahkan traffic sebenarnya bisa menghalangi kemampuan Anda untuk menjangkau target audiens Anda. Hal itu dikarenakan sebagian besar "like" yang perusahaannya adalah "like" palsu, dari akun-akun bayaran yang biasa dikenal dengan "Click farms". Kemudian secara otomatis "like" palsu ini menggiring algoritma Facebook untuk menampilkan iklan produk yang tidak tepat, sehingga pemasaran yang Anda lakukan menjadi tidak tepat sasaran. Kasus semacam ini banyak ditemukan di negara-negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Indonesia, di mana orang dibayar untuk mengklik dan menyukai halaman Facebook tertentu.

BACA JUGA: Merancang Email Marketing yang Agile

Facebook dan Keamanan Data Pengguna

Facebook menyimpan data lebih dari 1 milyar pengguna aktif dan bertanggung jawab atas keamanan data tersebut. Namun kita semua tahu bahwa  Facebook beberapa kali menghadapi tuduhan kebocoran data. Kasus yang paling banyak menarik perhatian adalah ketika lembaga survei sekaligus konsultan politik internasional Cambridge Analytica menyatakan bahwa terjadi kebocoran sekitar 87 juta data pengguna Facebook, yang dianggap membantu pemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika. Göran menambahkan bahwa alih-alih hanya mengejar "like" dan "click," dari jutaan pengguna Facebook yang random, Anda perlu lebih sering melibatkan target audience yang spesifik. Membangun hubungan yang lebih kuat dengan pengguna dan pelanggan yang ada akan membantu menyebarkan pesan Anda lebih efektif daripada kampanye media sosial mana pun. 

Bagaimana dengan perusahaan Anda? terpikir untuk delete akun Facebook, atau masih ingin berlama-lama di sana? 

Sumber: entrepreneur.comnews.detik.commsn.com

Related Articles
Insight

2 Jenis Kertas Bahan Baku Kemasan Produk

By Tim Editor03 Mei 2021 3 Mins Read
Insight

Astra Internasional Perluas Investasi di Bisnis Digital

By Tim Editor23 April 2021 3 Mins Read
Insight

Menggapai Pasar Kaum Milenial dan Gen Z

By Tim Editor16 April 2021 3 Mins Read
Insight

Bersiap Jalani Pola Kerja Hybrid

By Tim Editor12 April 2021 3 Mins Read
Insight

Langkah-Langkah Menangani Krisis PR Perusahaan

By Tim Editor08 April 2021 3 Mins Read
Insight

6 Tips Mengelola Tim di Masa Krisis

By Tim Editor07 April 2021 4 Mins Read
Insight

Perubahan Pada Bisnis B2B Setelah Adanya Pandemi

By Tim Editor24 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

Angka Penipuan Online Melejit Selama Pandemi

By Tim Editor23 Maret 2021 3 Mins Read
Comments
Write Comment