Insight

Pertumbuhan Konsumen di Indonesia Makin Percaya Diri

By Tim Editor15 November 2018 2 Mins Read
26 0

Gambar: Unsplash

OFiSKITA – Laporan terbaru “Global Consumer Confidence Q2 2018” yang diterbitkan oleh  The Conference Board berkolaborasi dengan lembaga penelitian Nielsen menyatakan bahwa pertumbuhan konsumen di Indonesia adalah yang paling optimis secara global. 

Hasil laporan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri konsumen di Indonesia tak berubah dibandingkan pada kuartal sebelumnya. Padahal tingkat kepercayaan diri konsumen secara global menurun dalam dua tahun terakhir dengan perhatian terbesar untuk enam bulan kedepan adalah tentang isu ekonomi antara lain kesehatan pribadi dan keamanan kerja. 

Indonesia menempati peringkat pertama dari 10 besar negara yang terdaftar dalam survei tersebut dengan skor 127, disusul Filipina dengan skor yang sama, India dengan skor 124 (menurun 6 angka dari kuartal sebelumnya), AS dengan skor 123, dan Vietnam dengan skor 120. Dibandingkan kuartal sebelumnya, Indonesia menempati urutan ketiga setelah India (130) dan Filipina (128). Angka tersebut didorong oleh tiga indikator, yakni persepsi konsumen tentang prospek pekerjaan lokal, keuangan pribadi dan kesiapan untuk belanja. 

Laporan tersebut menyatakan bahwa konsumen di Asia Pasifik semakin moderat meski menempati urutan kedua sebagai wilayah dengan level optimisme paling tinggi secara global. Rata-rata tingkat optimisme konsumen di wilayah Asia Pasifik menurun dengan Thailand, India dan Vietnam tercatat sebagai negara dengan penurunan terbesar. 

Lalu, bagaimana perilaku konsumen di Indonesia?

Tabungan masih menjadi faktor belanja utama bagi sebagian besar konsumen di Indonesia. Pada kuartal kedua 2018, lebih dari separuh (66%) dari konsumen memilih untuk mengalokasikan uang mereka untuk tabungan, angka ini meningkat dari kuartal sebelumnya (65%), 46%memilih untuk menggunakannya untuk liburan, dan 31 persen memilih untuk membeli produk teknologi baru.

Dalam laporan tentang konsumen e-commerce Indonesia yang diadakan oleh pemerintah Australia, ditemukan bahwa profil konsumen e-commerce Indonesia relatif konstan selama lima tahun terakhir. Namun, peningkatan penetrasi seluler dan dampak investasi dalam logistik dan mekanisme pembayaran mobile perlahan mengubah demografi konsumen.

Segmen pelanggan e-commerce yang tumbuh paling cepat hidup di luar Jabodetabek dan berasal dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah. Pada tahun 2012-2016, kebanyakn konsumen e-commerce Indonesia adalah laki-laki dan lebih dari 80 persennya berusia 18-34 tahun.

Selama beberapa tahun terakhir, konsumen Indonesia menjadi lebih akrab dengan belanja online, pencarian Google konsumen di Indonesia berevolusi dengan mencakup lebih banyak kategori ‘niche’. Beberapa kategori yang paling banyak dicari adalah ‘Perawatan kecantikan & pribadi’ sebesar 100%, diikuti ‘Pakaian’ sebesar 89,9% dan ‘Perhiasan’ sebesar 25,2%.

Sumber: The Conference Board, Austrade.gov

Related Articles
Insight

Langkah-langkah untuk Mengelola Biaya Percetakan Anda Lebih Baik

By Tim Editor11 hours ago3 Mins Read
Insight

Tips Dapatkan Hasil Maksimal dari Printer Kantor Anda

By Tim Editor11 hours ago3 Mins Read
Insight

Tips Untuk Mengurangi Biaya Printer Habis Pakai

By Tim Editor11 hours ago4 Mins Read
Insight

Transformasikan Pengalaman Pelanggan dari Konvensional ke Digital

By Tim Editor11 hours ago2 Mins Read
Insight

Mengintegrasikan Kertas ke Dalam Alur Kerja Digital

By Tim Editor11 hours ago2 Mins Read
Insight

Untungnya Gunakan Kurir Online

By Tim Editor11 hours ago2 Mins Read
Insight

Pilih Kurir Online Yang Tepat

By Tim Editor11 hours ago2 Mins Read
Insight

Masihkah Bisnis Modern Membutuhkan Printer?

By Tim Editor11 Desember 2018 5 Mins Read
Comments
Write Comment