Insight

Pesatnya Pengguna Internet Tak Berbanding Lurus dengan Kesopanan dalam Bermedia Sosial

By Tim Editor25 Maret 2021 3 Mins Read
6 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Internet yang sudah menjadi kebutuhan primer selain sembako, nyatanya belum menjadi dinikmati secara merata di Indonesia. Berdasarkan hasil riset dari Hootsuite dan We Are Sosial, dari total 274,9 juta penduduk Indonesia, baru 73,7% yang terjangkau oleh internet. Hingga Januari 2021 tercatat sebanyak 202,6 juta orang sudah menggunakan internet. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. 

Riset tersebut juga menemukan 345,3 juta orang mengakses internet melalui perangkat smartphone. Angka ini meningkat sebesar 4 juta atau 1,2% dari riset yang dilakukan pada Januari 2020 lalu. Sementara untuk pengguna media sosial di Indonesia hingga Januari 2021 dilaporkan sebanyak 170 juta orang. Bertambah 10 juta orang atau 6,3% dari tahun lalu. Tingginya pengguna internet di Indonesia sejalan dengan kebijakan pembatasan sosial yang diberlakukan semenjak merebaknya pandemi Covid-19. Riset mencatat, pengguna internet di Indonesia rata-rata membutuhkan waktu 8 jam 52 menit per hari, dengan 3 jam 14 menit diantaranya dihabiskan untuk scrolling media sosial. 

BACA JUGA: Angka Penipuan Online Melejit Selama Pandemi

Perilaku Minus Warganet Indonesia

Sayangnya, kelincahan jemari orang Indonesia dalam bersosial media tidak diimbangi dengan perilaku yang bertanggung jawab. Ini terungkap dari hasil studi yang dilakukan oleh Microsoft bertema "Civility, Safety, and Interactions Online 2020" pada kurun waktu April hingga 2020. Studi ini diadakan guna mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia, saat berkomunikasi di dunia maya. 

Riset ini dilakukan dengan metode survei yang melibatkan 16.000 responden remaja hingga orang dewasa di 32 wilayah, mencakup 9 wilayah Asia-Pasifik (APAC), yaitu Australia, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Pengukuran Digital Civility Index (DCI) digunakan pada studi ini, untuk mengetahui kadar kesopanan warganet dari segi usaia dan juga wilayah. Semakin tinggi skor DCI, maka semakin tinggi juga level ketidaksopanan warganet dalam bermedia sosial. Berikut rincian hasil studi:

  • Singapura, dengan skor DCI sebesar 59 poin 

  • Malaysia, dengan skor DCI sebesar 63 poin 

  • Filipina, dengan skor DCI sebesar 66 poin 

  • Thailand, dengan skor DCI sebesar 69 poin 

  • Vietnam, dengan skor DCI sebesar 72 poin, 

  • Indonesia, dengan skor DCI sebesar 76 poin.

BACA JUGA: Perubahan pada Bisnis B2B Setelah Adanya Pandemi

Menanggapi hasil studi tersebut, pengamat media sosial Enda Nasution mengatakan bahwa survei ini menjadi peringatan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong interaksi positif secara online. Menurut Enda, selama ini tidak ada lembaga yang secara khusus menangani tentang perilaku warganet. Enda mengatakan indikatornya perlu diperjelas, demikian pula lembaga yang mengurusnya. Bahkan menurutnya, Indonesia mungkin perlu kementerian khusus untuk menangani isu ini.

Sumber: inet.detik.com; suara.com; kompas.com; inet.detik.com

Related Articles
Insight

Perubahan Pada Bisnis B2B Setelah Adanya Pandemi

By Tim Editor24 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

Angka Penipuan Online Melejit Selama Pandemi

By Tim Editor23 Maret 2021 3 Mins Read
Insight

Kelola Dokumen Legal dengan Solusi Cerdas Smart Office Package

By Tim Editor09 Maret 2021 3 Mins Read
Insight

Memahami Pentingnya Customer Journey Map

By Tim Editor05 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

Merancang Email Marketing yang Agile

By Tim Editor04 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

8 Langkah Membuat Marketing Plan

By Tim Editor03 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

Tren Fesyen & Perhotelan Selama dan Pasca Pandemi

By Tim Editor26 Februari 2021 7 Mins Read
Insight

Prediksi Tren Big Data 2021/2022

By Tim Editor18 Februari 2021 3 Mins Read
Insight

Pendatang Baru di Bisnis Pesan-Antar Makanan

By Tim Editor15 Februari 2021 2 Mins Read
Comments
Write Comment