Insight

Pompa Produktivitas dengan Memahami Ritme Tubuh

By Tim Editor08 Februari 2019 3 Mins Read
0 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Apakah Anda termasuk orang yang tahu dengan pasti kapan waktu produktif dan kapan waktu yang tidak produktif dalam keseharian? Kenyataannya tidak semua orang menyadarinya, apalagi dengan adanya aturan kerja 9 to 5 yang secara tidak langsung 'memaksa' semua orang berada pada frekuensi yang sama. Padahal secara alamiah, waktu produktif setiap orang tidak bisa disamaratakan.   

Perlu diketahui bahwa makhluk hidup memiliki jam biologis yang mengacu pada waktu tidur dan waktu beraktifitas, dan biasa dikenal dengan chronotype. Sebagai contoh, hewan disebut sebagai nocturnal yang aktif di malam hari. Sementara manusia bersifat diurnal yaitu aktif di siang hari dan tidur di malam hari. Bila dirinci lebih jauh lagi, waktu produktif manusia masih digolongkan lagi ke dalam 3 bagian, yaitu:

1. Aktif di pagi buta (lark)

Early to bed, early to rise” adalah kalimat yang tepat untuk mewakili tipikal pertama ini. Oran dengan tipe ini selalu bangun jauh sebelum matahari terbit, menyelesaikan banyak hal saat yang lain baru mulai bersiap-siap, dan segera tidur di saat orang lain masih sibuk bekerja di gelapnya malam.

2. Aktif di malam hari (owl)

Anda yang baru bisa 'sadar' di atas jam 10 pagi, dan banyak bekerja di kegelapan malam? Mungkin saja Anda masuk dalam golongan chronotype ini.

3. Aktif di waktu pertengahan (third bird)

Pola yang satu ini lazin ditemui karena berkenaan dengan rutinitas jam kantoran, yaitu berangkat kerja jam 7 pagi, pulang jam 5 sore, lalu tidur jam 10 malam dan begitu seterusnya.

Jadi tidak perlu heran bila Anda sulit sekali bangun pagi dan beraktifitas seperti umumnya orang. Bisa jadi itu karena Anda memiliki chronotype owl.   

 

Daniel H. Pink dalam bukunya berjudul “When: The Scientific Secrets of Perfect Timing,” menjabarkan bahwa tubuh manusia memang tidak dirancang untuk bekerja non stop, melainkan memiliki pola performa puncak (peak), lalu penurunan produktivitas secara drastis di pertengahan (through/ slump), dan peningkatan semangat secara signifikan di akhir (rebound).

Istilah chronotype telah diperkenalkan dalam bidang penelitian fisiologis sejak tahun 1970. Dengan memahami chronotype tubuh Anda, ada banyak implikasi yang bisa mempengaruhi  efektifitas kerja Anda.

  • Produktif di waktu yang tepat

Peraturan perusahaan yang mengikat bisa saja memaksa Anda bekerja mengikuti aturan 9 to 5, tapi pada prakteknya Anda sendirilah yang paling tahu pada jam-jam berapa saja otak bisa mulai fokus untuk menyelesaikan tugas- tugas perusahaan.

Sebagai contoh, bagi rekan kerja yang bertipe lark, bisa jadi sudah bisa bersantai setelah jam makan siang karena semua pekerjaannya sudah digarap di rumah dari pagi buta.

  • Mengistirahatkan tubuh

Tidak semua orang memanfaatkan jam makan siang dengan bersantap. Ada juga yang lebih memilih untuk tidur karena jam biologisnya sudah memasuki fase afternoon slump atau kondisi menurun dimana tubuh perlu beristirahat sejenak. Tidur siang yang berkualitas 10 sampai 20 menit, sudah cukup untuk mengembalikan stamina Anda.   

Sumber: inc-asean.com; medium.com

Related Articles
Insight

Aturan Mendasar dalam Menjalin Pertemanan di Dunia Kerja

By Tim Editor14 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Pengembangan Perangkat Lunak yang Akan Mendominasi Di Tahun Ini

By Tim Editor14 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Ramadan: Peluang Besar Tim Marketing Anda

By Tim Editor13 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Bagaimana Menangani Keluhan Pelanggan

By PrinterQoe12 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Akhiri Email Anda dengan Kesan yang Baik

By PrinterQoe12 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Kata Sapa Apa yang Pas Dalam Penulisan Email?

By PrinterQoe12 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Ada di Tahap Mana Pendanaan Startup Anda

By SpotQoe11 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Dongkrak Level Startup Anda dengan 7 Cara Ini

By SpotQoe12 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Ragam Jenis Ecommerce Selain B2C dan B2B

By SpotQoe12 Februari 2019 4 Mins Read
Insight

Manfaat Mengikuti Ideathon yang Bisa Anda Rasakan

By Tim Editor14 Februari 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment