Office Services

Rangkul Pelanggan B2B dengan Cara Berikut

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
34 0

Gambar: Pexels

OFiSKITA - Mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ini juga berlaku pada kebiasaan berbelanja konsumen pada level perusahaan. Selama ini tenaga sales yang menjadi ujung tombak penjualan B2B. Nah dengan adanya pergeseran kebiasaan berbelanja menjadi serba online, tidak serta merta membuat pelanggan B2B meninggalkan hubungan baik yang sudah terjalin dengan vendor melalui sales

Seringkali yang terjadi pada transaksi B2B adalah bukan murni pelanggan yang memasukan pesanan melalui situs ecommerce, melainkan tetap dibantu oleh sales secara offline sehingga tidak masuk ke dalam perhitungan sistem. Namun bagaimanapun edukasi terhadap pelanggan perusahaan mengenai belanja kebutuhan perusahaan secara online dan mandiri tetap perlu dilanjutkan.

BACA JUGA : Intip Masa Depan Industri Pengadaan B2B

1. Edukasi calon pelanggan mengenai produk dan brand Anda

Konsumen B2B merupakan orang-orang suka mengedukasi dirinya secara mandiri. Mereka kerap mencari informasi mengenai produk sedetil-detilnya, karena itulah mengapa layanan pelanggan berupa live chat atau chatbot sangat disukai karena dua channel tersebut memberikan jawaban real time  

2. Navigasi dan pencarian situs yang intuitif dan komprehensif

Sebanyak 98% pelanggan B2B melakukan riset produk secara online, maka dari itulah peran mesin pencari sangat penting. Namun perlu diperhatikan perbedaan antara navigasi/pencarian B2C dengan B2B

3. Buat landing page khusus

Landing page khusus untuk produk tertentu dapat membantu pelanggan B2B berbelanja online secara mandiri/ Hampir 45% dari pelanggan B2B mengharapkan portal konten yang dipersonalisasi 

Nah bila Anda ingin meminimalisir peran sales sebagai pemeran utama dalam keberhasilan transaksi coba barengi dengan strategi marketing yang agak berbeda dari biasa. Jangan ragu mengeluarkan ide-ide unik bahkan yang dianggap norak sekalipun. Hilangkan anggapan bahwa B2B itu selalu mengedepankan keseriusan dan formalitas. Justru sebisa mungkin Anda kemas keformalitasan tadi dengan tampilan yang ringan dengan bumbu-bumbu kejutan. Tidak ada salahnya juga bila Anda menyisipkan pop culture yang sedang digandrungi saat ini sebagai pemanis promosi. Intinya pandai-pandailah menyesuaikan ide kreatif tadi dengan selera orang bisnis dan dengan menggunakan cara berkomunikasi yang tepat.

Sumber: conversionxl.com; entrepreneur.com

Related Articles
Office Services

Milenial yang Jeli Melihat Peluang Bisnis

By Tim Editor30 Juni 2020 3 Mins Read
Office Services

Strategi Menghadapi Risiko Bisnis Di Masa New Normal

By Astragraphia Xprins Indonesia29 Juni 2020 3 Mins Read
Office Services

PointQoe, Loyalty Program Sebagai Bonus Bagi Pelanggan B2B AXIQoe

By Astragraphia Xprins Indonesia26 Juni 2020 3 Mins Read
Office Services

Makanan Kemasan Dapur Cihuuy yang Se-Cihuy Namanya

By Tim Editor18 Juni 2020 3 Mins Read
Office Services

Dosen Universitas Jember Bagikan Pengetahuan Sekaligus Hasilkan Cuan

By Tim Editor17 Juni 2020 3 Mins Read
Office Services

Tren Public Relation Tahun Ini dan Seterusnya

By Tim Editor15 Juni 2020 3 Mins Read
Office Services

Cari Tahu Yuk, Apakah Konten yang Anda Buat Sudah Bagus atau Belum

By Tim Editor08 Juni 2020 2 Mins Read
Office Services

Kulik Calon Pelanggan Lebih Dalam dengan Solusi Web Leads dari mysights

By Tim Editor13 Mei 2020 3 Mins Read
Office Services

Prosedur Pengadaan Barang Dan Jasa Di Masa PSBB

By AXIQoe18 Mei 2020 3 Mins Read
Office Services

Tips Kelola Bisnis Selama Masa Pandemi & Pasca Pandemi

By Tim Editor06 Mei 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment