Office Services

Rangkul Pelanggan B2B dengan Cara Berikut

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
17 0

Gambar: Pexels

OFiSKITA - Mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ini juga berlaku pada kebiasaan berbelanja konsumen pada level perusahaan. Selama ini tenaga sales yang menjadi ujung tombak penjualan B2B. Nah dengan adanya pergeseran kebiasaan berbelanja menjadi serba online, tidak serta merta membuat pelanggan B2B meninggalkan hubungan baik yang sudah terjalin dengan vendor melalui sales

Seringkali yang terjadi pada transaksi B2B adalah bukan murni pelanggan yang memasukan pesanan melalui situs ecommerce, melainkan tetap dibantu oleh sales secara offline sehingga tidak masuk ke dalam perhitungan sistem. Namun bagaimanapun edukasi terhadap pelanggan perusahaan mengenai belanja kebutuhan perusahaan secara online dan mandiri tetap perlu dilanjutkan.

BACA JUGA : Intip Masa Depan Industri Pengadaan B2B

1. Edukasi calon pelanggan mengenai produk dan brand Anda

Konsumen B2B merupakan orang-orang suka mengedukasi dirinya secara mandiri. Mereka kerap mencari informasi mengenai produk sedetil-detilnya, karena itulah mengapa layanan pelanggan berupa live chat atau chatbot sangat disukai karena dua channel tersebut memberikan jawaban real time  

2. Navigasi dan pencarian situs yang intuitif dan komprehensif

Sebanyak 98% pelanggan B2B melakukan riset produk secara online, maka dari itulah peran mesin pencari sangat penting. Namun perlu diperhatikan perbedaan antara navigasi/pencarian B2C dengan B2B

3. Buat landing page khusus

Landing page khusus untuk produk tertentu dapat membantu pelanggan B2B berbelanja online secara mandiri/ Hampir 45% dari pelanggan B2B mengharapkan portal konten yang dipersonalisasi 

Nah bila Anda ingin meminimalisir peran sales sebagai pemeran utama dalam keberhasilan transaksi coba barengi dengan strategi marketing yang agak berbeda dari biasa. Jangan ragu mengeluarkan ide-ide unik bahkan yang dianggap norak sekalipun. Hilangkan anggapan bahwa B2B itu selalu mengedepankan keseriusan dan formalitas. Justru sebisa mungkin Anda kemas keformalitasan tadi dengan tampilan yang ringan dengan bumbu-bumbu kejutan. Tidak ada salahnya juga bila Anda menyisipkan pop culture yang sedang digandrungi saat ini sebagai pemanis promosi. Intinya pandai-pandailah menyesuaikan ide kreatif tadi dengan selera orang bisnis dan dengan menggunakan cara berkomunikasi yang tepat.

Sumber: conversionxl.com; entrepreneur.com

Related Articles
Office Services

Sistem Berlangganan yang Menguntungkan Pelanggan

By Tim Editor10 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

Perpu E-commerce Sudah Final, Pelaku Dagang Harap Tertib!

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

Sah! Investree Tanam Saham di MBiz

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

Brazil Salip Indonesia dalam Ekspor Produk Halal

By Tim editor03 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

Business Intelligence untuk Startup di 2020, Perlu Lebih Diseriusi

By Tim Editor03 Januari 2020 2 Mins Read
Office Services

Siapkan SDM Anda untuk Perubahan Dunia Kerja Di Masa Depan

By Tim Editor02 Januari 2020 2 Mins Read
Office Services

Content Hack untuk E-Commerce

By Tim Editor02 Januari 2020 2 Mins Read
Office Services

Wishlist Bisa Akali Penjualan yang Turun di Musim Libur

By Tim Editor27 Desember 2019 2 Mins Read
Office Services

Personal Brand Sama Pentingnya dengan Business Brand

By Tim Editor27 Desember 2019 3 Mins Read
Office Services

Cybercrime Ancam Fintech, Mobile Banking & e-Commerce di 2020

By Tim Editor26 Desember 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment