Bisnis

'Reaktor Surya' Bisa Mengatasi Masalah Terbesar dari Energi Terbaru

By Tim Editor26 Februari 2018 2 Mins Read
57 0

Teknik pembangkit tenaga surya baru bisa memecahkan masalah kunci dengan sumber listrik, apa yang terjadi saat matahari terbenam atau awan menghalangi cahaya.

Untuk mengatasi intermittency problem, sekelompok peneliti internasional melihat Concentrated Solar Power (CSP), sebuah teknik di mana cermin memusatkan sinar matahari pada menara pusat. Namun, alih-alih memasang turbin di menara untuk menghasilkan listrik, teknik tim Jerman dan Yunani yang berperan, mengumpulkan panas untuk menyalakan "reaktor surya" yang mampu mengekstrak hidrogen dari air atau metana pada suhu 850°C. Hidrogen nol karbon yang diekstraksi tanpa pembangkit listrik berbahan bakar fosil akan menjadi sumber utama masa depan, kata para insinyur dari German Aerospace Center (DLR) dan Laboratorium Teknologi Aerosol dan Partikel di Yunani.

Meskipun energi matahari berpotensi untuk mengekstrak hidrogen, namun ada satu masalah yang tersisa dengan sumber listriknya yaitu inkonsistensi. "Reaktor surya di masa lalu memiliki masalah dengan apa yang Anda lakukan di malam hari saat Anda tidak memiliki matahari, atau bahkan saat awan berlalu," kata penulis utama Justin Lapp dari DLR, sekarang seorang insinyur mekanik di University of Maine.

Untuk mencapai energi putaran waktu, tim membangun dua reaktor bertenaga CSP secara berdampingan. Satu sisi menggunakan panas untuk pengolahan kimia langsung, sementara yang lain memanaskan udara dengan maksimum teoritis sekitar 1.100°C. Udara panas kemudian bisa melelehkan tembaga, menyimpan energi panas dalam logam cair untuk digunakan di sisi pengolahan kimia saat dibutuhkan.

Kelompok internasional membangun prototipe laboratorium bernama Contisol, didukung oleh simulasi 'Suns' dan mencapai daya 5kW dengan suhu 850°C.. "Skala ini adalah prototip ilmiah hanya agar kita bisa mengerti cara mengendalikannya. Itu tidak akan dikomersialkan di 5kW, " Kata Lapp. "Secara komersial, 1-5MW akan menjadi yang terkecil untuk reaktor berskala industri, dan mereka bisa mencapai skala 100MW atau bahkan lebih besar lagi." Tim menggunakan reaktor untuk mereformasi metana, walaupun sumber hidrogen lainnya dapat mencakup air dan asam sulfat. (Sumber:imeche.org)

Related Articles
Bisnis

Jerman Luncurkan Kereta Hidrogen Pertama Di Dunia

By Tim Editor3 hours ago2 Mins Read
Bisnis

Pabrik Spring Lake Herman Miller akan Didukung 100% Energi Terbarukan

By Tim Editor17 September 2018 1 Mins Read
Bisnis

Samsung bakal Gunakan 100% Energi Terbarukan pada 2020

By Tim Editor25 Juni 2018 2 Mins Read
Bisnis

Hambatan dan Peluang Biofuel Terbarukan

By Tim Editor12 September 2018 2 Mins Read
Bisnis

Exxon Mulai Lirik Energi Terbarukan

By Tim Editor05 September 2018 2 Mins Read
Bisnis

Facebook Janji Gunakan Energi Terbarukan pada Tahun 2021

By Tim Editor30 Agustus 2018 2 Mins Read
Bisnis

Jawa Tengah Berharap Dapat Kontribusi 21% dari Energi Terbarukan

By Tim Editor09 Agustus 2018 2 Mins Read
Comments
Write Comment