Insight

Sah! Investree Tanam Saham di MBiz

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
11 0

Gambar: Pixabay

OFISKITA - Fintech marketplace lending, Investree mengakuisi sebagian saham PT Big Ecommerce Bersama (Mbiz), sebagai upaya mulai dibangunnya infrastruktur penunjang bisnis UKM yang tidak hanya menyangkut soal pembiayaan saja. Investree dan Mbiz juga berkolaborasi memberikan akses pinjaman yang lebih mudah dan cepat bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yaitu vendor-vendor yang tergabung dalam ekosistem e-procurement Mbiz.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi enggan menyebutkan secara detail mengenai persentase saham Mbiz, namun ia menyebutkan bahwa perusahaan menempatkan board observer di dalam jajaran direksi Mbiz. Board observer adalah posisi selevel direksi yang bisa mengikuti rapat rutin perusahaan, namun tidak punya kewenangan untuk mengambil keputusan bisnis.

Adrian mengaku proses akuisisi saham ini sudah mulai dilakukan hampir setahun dan memulainya dengan pembiayaan modal kerja untuk supplier. Menurutnya, Mbiz menarik karena memiliki struktur yang unik, punya vendor dan pembeli yang sesuai dengan apa yang diincar Investree. Digitalisasi UKM bisa melalui e-procurement karena terjadi proses transaksi pengadaan barang dan jasa yang transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan bisnis semakin kompeten.

"Kami berharap akan tercipta lebih banyak batu lompatan bagi kedua perusahaan sekaligus inovasi-inovasi dalam mengembangkan UKM, memantapkan ekosistem digital, dan mewujudkan inklusi keuangan," kata Adrian.

Sebagai informasi, transformasi digital UKM di Indonesia baru mrncapai sebesar 8% atau 3,92 juta dari total 59,2 juta pelaku. Data tersebut juga didukung oleh laporan dari McKinsey & Co, dimana potensi e-procurement di Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 125 miliar pada 2025 nanti. Estimasi itu merupakan gabungan dari global corporate services (USD 18 miliar), b2b marketplace (USD 76 miliar), dan b2b services (USD 36 miliar).

Sementara itu, pemain terdepan di Indonesia masih dikuasai oleh perusahaan yang bergerak di segmen b2c marketplace seperti Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukapalak, transportation, travel, dan hospitality seperti Traveloka, dan mobilitas (Gojek dan Grab). CEO Mbiz Rizal Paramarta menjelaskan bahwa masuknya Investree sebagai pemegang saham menguatkan komitmen perusahaan untuk menjadi pemain terdepan di bisnis e-procurement. Melalui platform Mbiz.co.id dan Mbizmarket, para UKM bersama vendor barang dan jasa akan memiliki akses modal kerja untuk memasarkan bisnisnya.

Disebutkan ada belasan pengguna Mbiz yang terdiri dari vendor dan pembeli yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan senilai Rp 90 miliar. Dan diharapkan tahun depan akan ada banyak pengembangan produk dari Investree yang dikhususkan untuk menyasar lebih banyak klien lagi. Rizal menambahkan masuknya Investree sekaligus menandakan masuknya investor eksternal kedua setelah Tokyo Century Corporation saat putaran seri A di tahun 2017. Pada putaran itu, perusahaan mendapat dana segar sebesar Rp 1 triliun. 

Kehadiran Investree di dalam platform Mbiz diharapkan menjadi solusi efektif bagi perusahaan atau lembaga pembeli barang dan jasa, yang mengalami kesenjangan waktu untuk melakukan pembayaran ke vendor, sementara kebutuhan akan barang atau jasa dalam kondisi mendesak.

  • 80 persen pelaku UKM belum memiliki akses pembiayaan bank

Menurut Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi, dukungan pendanaan bagi UKM sangat penting, sebab ada kesenjangan antara besarnya potensi kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional dengan keterbatasan akses peminjaman permodalan. Diestimasikan, hampir 80 persen pelaku UKM belum memiliki akses pembiayaan bank.

  • Pertumbuhan ekonomi bisa tembus 7 persen jika UKM diberdayakan

Masih menurut Adrian potensi kontribusi UKM untuk perekonomian nasional sangat besar. Terbukti pada 2018 lalu UKM mampu menyumbang lebih dari 60 persen Pendapatan Domestik Bruto, dan mampu menyerap 121 juta tenaga kerja. Berdasarkan simulasi dan prakiraan perhitungan, jika 10 persen dari total UKM di Indonesia diberdayakan, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan bisa tembus 7 persen.

  • UKM jadi kunci pertumbuhan ekonomi digital

UKM merupakan kunci dari transformasi digital sekaligus pertumbuhan ekonomi digital bagi Indonesia. Saat ini tercatat baru 8 persen dari 3,92 juta dari total 59,2 juta pelaku UKM yang telah go online

Sumber: dailysocial.id; idntimes.com

Related Articles
Insight

Perpu E-commerce Sudah Final, Pelaku Dagang Harap Tertib!

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Insight

Business Intelligence untuk Startup di 2020, Perlu Lebih Diseriusi

By Tim Editor03 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Content Hack untuk E-Commerce

By Tim Editor02 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Wishlist Bisa Akali Penjualan yang Turun di Musim Libur

By Tim Editor27 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Cybercrime Ancam Fintech, Mobile Banking & e-Commerce di 2020

By Tim Editor26 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Rangkul Pelanggan B2B dengan Cara Berikut

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Uniknya Karakteristik Ecommerce B2B Dibandingkan dengan B2C

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Banyak Orang Salah Paham tentang E-commerce B2B

By Tim Editor03 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Teknologi yang Bantu E-Commerce Optimalkan Web Leads Generation

By Tim Editor14 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment