Insight

Satu Tahun Hiatus Akibat Pandemi, Kini IoT Kembali Bangkit

By Tim Editor22 Maret 2021 2 Mins Read
9 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Setelah sempat mengalami penurunan tahun lalu akibat pandemi akibat pandemi, di tahun 2021 ini implementasi IoT (internet of Things) di Indonesia berangsur membaik. Seperti dijelaskan oleh Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI), Teguh Prasetya, bahwa pandemi Covid-19 cukup mempengaruhi implementasi IoT di Indonesia, dikarenakan negara-negara penyuplai komponen IoT seperti Malaysia, Cina, dan India melakukan lockdown pada awal masa pandemi. Teguh menyatakan bahwa bila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia memiliki pasar yang besar untuk IoT, tentunya karena jumlah populasi serta lokasi yang luas. “Dari sisi jumlah perangkat, kita lebih luas. Kita memprediksi 2022 akan ada 400 juta device IoT,” tuturnya. 

IoT sendiri secara sederhana dapat dipahami sebagai sebuah konsep ketika berbagai perangkat yang terkoneksi dengan internet, terhubung satu dengan yang lainnya. Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiyawan, meyakini bahwa di tahun ini perkembangan IoT di tahun 2021 akan semakin banyak dan luas. Ia juga menjelaskan bahwa IoT mulai akrab dengan masyarakat Indonesia pada tahun 2018 dengan beragam perangkat seperti smartwatch. Teknologi IoT juga merambah ke dalam sektor kesehatan seperti alat monitor tekanan darah, alat pacu jantung hingga memasuki sektor militer seperti drone. Menurut Anton, perkembangan IoT di Indonesia sudah termasuk jauh dan diperkirakan pada tahun ini jumlah perangkat yang terkoneksi ke internet atau IoT lebih banyak daripada jumlah smartphone yang terkoneksi. 

BACA JUGA: Ubah Foto Statis jadi Animasi, Sudah Coba?

Sektor Usaha yang Membutuhkan IoT

Penerapan IoT sejalan dengan proses digitalisasi perusahaan. Semakin gencar perusahaan melakukan digitalisasi, semakin cepat pula implementasi IoT-nya. Dengan melakukan go digital, perusahaan berarti mengaplikasikan otomatisasi untuk berbagai aspek, mulai dari operasional perusahaan, produksi produk, dan lainnya.

Ada sembilan sektor yang membutuhkan penerapan IoT yaitu telekomunikasi, pelayanan kesehatan, agrikultur, manufaktur, finansial, transportasi, pertambangan, home, kemudian public sector. Namun di luar kesembilan sektor ini, IoT juga dibutuhkan oleh UMKM. Paling tidak ada dua alasan mengapa UMKM membutuhkan penerapan IoT, yaitu untuk efisiensi dan memangkas biaya operasional, serta untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pendapatan. 

BACA JUGA: Prediksi Tren Big Data 2021-2022

Sumber: uzone.idcloudcomputing.id

Related Articles
Insight

Ubah Foto Statis Jadi Animasi, Sudah Coba?

By Tim Editor10 Maret 2021 2 Mins Read
Insight

Prediksi Tren Big Data 2021/2022

By Tim Editor18 Februari 2021 3 Mins Read
Insight

Solusi Teknologi Berbasis Customer Orientation

By Tim Editor11 November 2020 3 Mins Read
Insight

Solusi Praktis Bagi Kebutuhan Cetak Perbankan

By PrintQoe08 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Adaptasi Digital Marketing Di Masa Pandemi

By Tim Editor07 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Bicara Bisnis Lebih Aman dengan WebEx Meetings

By Tim Editor30 April 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment