Insight

Sensor Ini Bantu Sembuhkan Luka, Kok Bisa?

By Tim Editor15 Mei 2019 2 Mins Read
14 0

Gambar: binghamton.edu

OFiSKITA – Teknologi tak ada hentinya membuat kita terkesan. Sekarang, hampir segala sektor tidak bisa lepas dari peran teknologi. Hal ini juga berlaku di dunia kedokteran. Saat ini, dunia kedokteran sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan Bioprinter dan Biosensor. 

Di New York, para peneliti dari Universitas Binghamton dan Universitas Negeri New York, telah mengembangkan biosensor elektronik terbaru. Kabarnya, sensor ini memungkinkan pemantauan luka pasien secara real-time dan memiliki kinerja tinggi. Menurut mereka, Biosensor mampu memonitor laktat dan oksigen pada kulit, karena ini mampu menggabungkan komponen biologis dengan detektor fisiko kimia untuk mengamati dan mendeteksi perubahan dalam tubuh.

Di lain sisi, kata Bioprinter juga semakin populer di dunia kedokteran. Pada dasarnya, Bioprinter dapat digunakan untuk mencetak organ tubuh manusia. Bahkan yang terbaru, para ilmuwan telah merekayasa bioprinter pencetak kulit yang dapat digunakan untuk menyembuhkan luka.

Perangkat baru, dan pertama dari jenisnya tersebut, suatu hari nanti bisa diisi dengan sel pasien sendiri untuk mencetak kulit baru, membantu penyembuhan luka besar bahkan luka bakar. Ini karena sistem Bioprinting memungkinkan kulit dua lapis dicetak langsung di bagian luka.

Teknologi baru ini benar-benar mengesankan, terdiri dari pencampuran sel-sel kulit utama untuk penyembuhan luka dengan hidrogel. Seperti yang kita tonton di film fiksi ilmiah, sistem ini kemudian mulai membuat lapisan kulit baru. Bioprinter dapat memindai luka agar dapat menerapkan kulit yang baru dicetak tepat di mana ia dibutuhkan. Intinya, perangkat ini meniru penyembuhan alami kulit tetapi lebih cepat dan bahkan menjadikannya lebih efisien.

Namun, perlu dicatat bahwa baik Biosensor dan Bioprinter masih dalam tahap pembuktian konsep. Para peneliti sedang berusaha melakukan uji klinis pada manusia.

Jika berhasil, perangkat itu akan mengubah konsep lama untuk penyembuhan luka. Saat ini, cangkok kulit adalah teknik paling populer untuk mengobati luka besar, namun masih banyak komplikasi.

Para peneliti berharap bahwa di masa depan penelitian mengenai Biosensor dapat dilakukan untuk memanfaatkan dan membuat lebih banyak sensor multifungsi untuk membantu penyembuhan luka.

Sumber: berbagai sumber

Related Articles
Insight

Peer Persistence, Inovasi HPE Nimble yang Serba Mudah

By Tim Editor3 hours ago3 Mins Read
Insight

Digitalisasi HRD Lambang Majunya Perusahaan

By Tim Editor7 hours ago3 Mins Read
Insight

Rahasia Mobil Balap Ini Melesat Bak Meteor di Lintasan

By Tim Editor18 September 2019 3 Mins Read
Insight

Solusi AGIT untuk Pain Pelanggan Menyangkut Pembayaran

By Tim Editor18 September 2019 3 Mins Read
Insight

SAP C/4HANA Maksimalkan CRM Perusahaan Anda

By Tim Editor12 September 2019 3 Mins Read
Insight

Belum Juga Paham Tentang SAP S/4HANA Cloud?

By Tim Editor12 September 2019 2 Mins Read
Insight

SAP SuccessFactors Mudahkan Kerja Personalia

By Tim Editor11 September 2019 2 Mins Read
Insight

Apa Untungnya Sih Mengintegrasikan Data?

By Tim Editor11 September 2019 3 Mins Read
Insight

Kapan Ya Tren Percetakan Ini Masuk Indonesia?

By Tim Editor06 September 2019 2 Mins Read
Insight

Optimalisasi 3D Printing dengan AI

By Tim Editor06 September 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment