Insight

Siap Tak Siap, Dunia Akan Hadapi Digital Disruption

By Tim Editor21 Maret 2019 2 Mins Read
29 0

Gambar: Unsplash

OFiSKITA – Saat ini, fenomena digital disruption sudah menjadi rahasia umum, dan ini terjadi jauh lebih cepat. Tidak ada yang bisa menghentikan digital disruption dan digitalisasi. Jika sebelumnya perusahaan membutuhkan waktu sedikitnya lima tahun sekali untuk membuat strategic planning, kini mereka harus mempersiapkan semuanya dalam waktu tiga tahun. Ya, digital disruption terjadi lebih cepat dari yang kita bayangkan. 

Saat ini, kita hidup dalam lingkungan bisnis yang cepat berubah, semakin dinamis dan kompleks. Bahkan, inovasi lebih cepat terjadi di Cina dan Jepang dibandingkan di Amerika dan Eropa. 

Menurut laporan OECD yang dirangkum oleh AT Kearney, total belanja dari GDP Jepang untuk Research and Development pada tahun 2016 adalah sebanyak 3,1%, angka ini lebih tinggi dibandingkan Amerika yang hanya menghabiskan sebanyak 2,7% untuk Research and Development.

Dari sisi Geopolitik, digital disruption memicu lahirnya perang dagang dan global trade value. Shirley Santoso, Director AT Kearney, mengungkapkan bahwa negara-negara di Asia akan terus memimpin inovasi teknologi untuk memajukan ekonominya selama lima tahun ke depan. Setidaknya, negara-negara di Asia akan menguasai 60% dari total pendapatan ekonomi dunia. Uniknya, di antara semua negara di Asia, India yang akan memimpin inovasi di bidang teknologi. 

Terdapat tiga tahap yang akan dialami oleh bisnis ketika mereka mengalami digital disruption. Dan tiap sektor bisnis pasti akan merasakan tahap yang berbeda.

Lagging

Tahap ini merupakan proses dimana bisnis masih sedikit melakukan eksploitasi terhadap peluang digital.

Digital escalation

Tahap ini merupakan saat bisnis mengalami peningkatan dalam penetrasi digital, transparansi harga dan penurunan margin, serta ketika mereka sudah mendapatkan nilai atas otomatisasi.

New normal

Tahap tertinggi adalah ketika sebuah bisnis melihat digitalisasi sebagai ‘new normal’. Ini terjadi ketika startup datang dan mengalahkan pemain lama. Dan para pemain lama mulai menghilang.

Sumber: ag-it.com, AT Kearney
 

Related Articles
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Hadir! Medsos Bebas Iklan

By Tim Editor21 November 2019 3 Mins Read
Insight

Perusahaan Digital Raup Pasar Syariah

By Tim Editor18 November 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment