Teknologi

Storyteller Kecerdasan Buatan Ini Mampu Menulis Cerita

By Tim Editor28 April 2018 2 Mins Read
2390 0

OFiSKITA – Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang baru-baru ini dikembangkan mampu memberikan serangkaian gambar yang dapat meniru cara manusia bercerita. Tidak hanya sekadar mengidentifikasi dan mendeskripsikan objek, AI mampu membuat cerita yang terjadi dalam sebuah gambar dan ia sangat bagus dalam pekerjaannya.

Tim peneliti dari UC Santa Barbara mengembangkan AI untuk memastikan apakah jaringan saraf dapat digunakan untuk menulis novel atau cerita dari gambar. Menurut white paper yang diterbitkan oleh tim tersebut, cerita memiliki gaya bahasa yang lebih ekspresif dan konsep imajiner yang tidak muncul dalam gambar.

Jaringan saraf yang dikembangkan para peneliti dikenal dengan kerangka kerja Adversarial REward Learning (AREL). Yang membedakannya adalah AREL tidak bergantung pada sistem evaluasi otomatis dan menghindari kloning upaya manusia. Melatih jaringan saraf untuk menghasilkan cerita yang benar-benar masuk akal bukanlah hal kecil. AREL telah mengambil langkah yang lebih jauh, tidak hanya bisa membuat cerita sendiri, cerita yang ditulis benar-benar nyata seolah manusia yang menulisnya.

Untuk menguji AREL, peneliti bekerja sama dengan Mechanical Turk dari Amazon untuk melakukan dua tes terpisah. Pertama, tes turing dengan meminta pekerja Turk untuk menentukan apakah cerita dibuat oleh manusia atau komputer. Dari lima tes yang dijalankan, AREL dinyatakan lulus tiga kali.

Tes selanjutnya, peneliti meminta pekerja Turk untuk memilih antara cerita buatan AREL, cerita buatan manusia, dan cerita yang dibuat sebelum AI dan hampir separuh pekerja memilih AREL.

Ketika para pengembang menemukan bagaimana membuat output yang dihasilkan oleh jaringan saraf lebih selaras dengan pemikiran manusia, kita bisa melihat keuntungan jangka panjang untuk pengolah bahasa sederhana.

Wasit olahraga, misalnya, dapat digantikan oleh AI yang mampu memahami dan menjelaskan serangkaian peristiwa. AI dapat menjelaskan pengambilan keputusannya berdasarkan real-time.

Namun AREL belum sepenuhnya siap untuk diluncurkan, penelitian yang dilakukan UC Santa Barbara hanya sebagai dasar menciptakan jaringan saraf yang lebih baik di masa depan.

“Kami yakin masih ada banyak perbaikan untuk tugas pembuatan narasi, seperti bagaimana meniru imajinasi manusia untuk membuat cerita yang lebih beragam,” kata para peneliti.

Pada akhirnya, jaringan saraf seperti AREL dapat memperoleh tingkat kecerdasan sosial sebanding dengan manusia. Jika AI bisa sejauh ini, bayangkan apa yang terjadi lima tahun ke depan. (sumber: Tristan Greene/thenextweb.com)

Related Articles
Teknologi

Jepang Gunakan AI Pada Mesin ATM

By Tim Editor07 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Startup AI Asal Korea Akan Lakukan Ekspansi ke Asia Tenggara

By Tim Editor06 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Kecerdasan Buatan Hasilkan Karya Seni Lukis Berharga

By Tim Editor05 November 2018 3 Mins Read
Teknologi

Penyandang Disabilitas Bebas Bergerak dengan Kursi Roda Canggih

By Tim Editor05 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Siaran Langsung VR pada Acara Pacuan Kuda

By Tim Editor05 November 2018 3 Mins Read
Teknologi

Cina Mulai Mengintegrasikan AI Pada Pesawat

By Tim Editor05 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Di Cina, Facial Recognition Terus Awasi Anda

By Tim Editor02 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Masa Depan E-Learning di Tangan AI

By Tim Editor02 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Cara AI Pelajari Bahasa Seperti Anak Manusia

By Tim Editor01 November 2018 2 Mins Read
Comments
Write Comment