Its the opinion of the publication that IWC really, this version includes a lovely brushed blue dial and ceramic bezel with Liquidmetal hour markers. In bright sunlight, a perpetual calendar module has been added on top of the movement, and 22mm. rolex datejust replica In order to tell which size band you will need for your Breilting watch you should measure the space between the lugs of your Breitling. Lugs are simply where your Breiting watch band attaches to your Breilting watch. If you need help The Watch Prince has a very useful conversion chart that will help you measure distance between the lugs on your Breitling watch. Make sure you are careful when switching out your Breitling watch band.

Strategi Menghadapi Risiko Bisnis Di Masa New Normal | Ofiskita.com
Office Solution

Strategi Menghadapi Risiko Bisnis Di Masa New Normal

By Astragraphia Xprins Indonesia29 Juni 2020 3 Mins Read
312 1

OFiSKITA - Beberapa bulan ini kata "New Normal'" menjadi istilah yang paling populer diperbincangkan. Publik dari berbagai umur dan latar belakang, mulai cukup akrab dengan term baru dalam kehidupan sosial. Bagaimana tidak? Istilah New Normal ini kerap disebutkan oleh berbagai media. Baik itu media elektronik, cetak hingga media sosial. Berbagai platform pun turut memiliki andil dalam penerimaan istilah baru ini. Tidak hanya program berita atau talkshow saja, bahkan program entertainment seperti  reality show pun nampaknya sudah mulai menyisipkan kata tersebut  karena dianggap merujuk pada tatanan baru kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat

Hal tersebut merupakan suatu yang wajar. Dalam suatu era baru, Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA) akan semakin terasa oleh seluruh lapisan. Sehingga secara langsng atau tidak langsung, pola dan kebiasaan masyarakat menjadi berubah.

Meminimalisir Risiko Keuangan, Mempercepat Pemulihan Bisnis?

Pada masa new normal inilah para pelaku bisnis perlu mengeluarkan kecepatan dalam pengambilan keputusan strategis dalam langkah-langkah terkait resiko bisnis khususnya dalam hal pengelolaan keuangan pelaku bisnis perlu melihat jauh ke depan untuk meminimalisisr risiko keuangan perusahaan agar terhindar dari kemungkinan yang paling tidak diinginkan. Salah satu aspek vital yang berpengaruh dalam pengelolaan keuangan bisnis di masa new normal adalah dengan memperhatikan pengadaan barang atau jasa di perusahaan. Dalam strategi bisnis, dampak risiko keangan atau financial risk to accelerate business recovery menjadi hal yang sangat fundamental. Berikut ini beberapa hal fundamental untuk percepatan pemulihan bisnis dalam hal pengadaan barang dan jasa:

1. Cutting Edge Technology

Transformasi digital membuat kemudahan-kemudahan dalam proses bisnis dan pengadaan. Caranya dengan cara memotong proses yang tidak perlu. Hal ini selalu dikaitkan dengan pembangunan  infrastruktur teknologi yang terkesan mahal. Padahal, untuk digital commerce, pengembangan teknologi bisa berfokus kepada target dan cakupan bisnis yang diinginkan saja. Contohnya untuk e-commerce B2B sangat diperlukan fitur Multi-Level Approval, Term of Payment dan Tracking Order. Fitur ini sangat berguna untuk sentralisasi pengadaan dalam jumlah yang kecil dan banyak untuk menjaga dan mengatur produk-produk yang dibeli di masing -masing departemen atau cabang. Dengan memanfaatkan fitur-fitur yang telah tersedia pada e-commerce pengadaan barang, bisa membantu percepatan pemulihan bisnismu selama masa new normal.

2. Data Driven

Pengambilan keputusan berbasis data menjadi hal yang sangat penting. Selain dapat mempersingkat waktu (less time consuming), metode ini juga bisa menghilangkan subjektivitas dalam pemilihan (less human bias), dan pengambilan keputusan bisa seefektif  serta seefisien mungkin. Data driven yang dimaksud dalam bisnis khusus sektor pengadaan barang adalah seperti transparansi harga, kelengkapan produk, dan template untuk produk-produk, dapat dijadikan alat bantu dalam pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Jangan abaikan aspek fundamental ini ya, karena di masa new normal seperti ini sangat penting bagi bisnis memutuskan pengadaan barang dan jasa secara objective guna meminimalisir risiko keuangan.

3. Comprehensive Report

Aspek fundamental yang terakhir adalah ketepatan dan kelengkapan laporan. Laporan dalam pengadaan barang yang komperhensif semasa new normal akan berguna untuk menganalisa proses pengiriman di tempat yang tepat, terkirim tepat waktu, kualitas sesuai dengan pesanan, dan kuantitas yang tepat. Dengan adanya laporan dari seluruh pembelian dalam pengadaan, dapat membuat keputusan menjadi lebih kuantitatif sehingga memudahkan pengambilan keputusan. Namun, tetap tidak mengabaikan aspek kualitas.

Sumber: Astragraphia Xprins Indonesia

Related Articles
Office Solution

Makan Gorengan Guilty Free, Ya Hanya Eatlery!

By Tim Editor12 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Printing Services untuk Bisnis, Apa Saja Manfaatnya?

By Tim Editor10 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

5 Perlengkapan Kantor Esensial untuk WFO dan WFH

By Tim Editor10 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

5 Sektor Bisnis yang Akan Berkembang Pesat di Masa Depan

By Tim Editor10 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Mengenal Blockchain dan Potensi Pemanfaatannya

By Tim Editor09 Agustus 2021 2 Mins Read
Office Solution

Pebisnis Pemula Wajib Tahu Enam Strategi Finance Berikut

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Strategi Bisnis: Tips Memenangkan Persaingan Pasar

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Mengenal Tiga Tingkatan Strategi Bisnis

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Strategi Digital Marketing: Cara Jitu Promosi Usaha Anda [Panduan bagi Pemula]

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Strategi Pemasaran: “5P” dalam Membangun Taktik Bisnis

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Comments
Riana
03 September 2020 | 11:46

artikel nya bagus, buat menambah pengetahuan.

Write Comment