Its the opinion of the publication that IWC really, this version includes a lovely brushed blue dial and ceramic bezel with Liquidmetal hour markers. In bright sunlight, a perpetual calendar module has been added on top of the movement, and 22mm. rolex datejust replica In order to tell which size band you will need for your Breilting watch you should measure the space between the lugs of your Breitling. Lugs are simply where your Breiting watch band attaches to your Breilting watch. If you need help The Watch Prince has a very useful conversion chart that will help you measure distance between the lugs on your Breitling watch. Make sure you are careful when switching out your Breitling watch band.

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia | Ofiskita.com
Office Solution

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia

By Tim Editor14 Agustus 2020 3 Mins Read
74 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Anda pasti sudah sering mendengar istilah fintech berseliweran di mana-mana beberapa tahun belakangan ini. Atau bahkan sudah menggunakan produknya tanpa disadari. Financial technology kepanjangannya. Fintech sebutan kerennya. Pada dasarnya fintech merupakan jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi, sehingga transaksi yang tadinya membutuhkan uang fisik dan dilakukan dengan bertatap muka kini bisa dilakukan dari jarak jauh dengan bentuk yang lain. 

Praktik fintech yang umum ditemui di lapangan adalah kini masyarakat kita semakin terbiasa melakukan pembayaran bukan dengan uang tunai melainkan menggantinya dengan electronic wallet seperti OVO, GoPay, DANA, LinkAja, atau ShopeePay. Perubahan gaya hidup ini tak ayal membuat sebagai masyarakat tidak lagi menyimpan uang tunai di dalam dompetnya. Bahkan banyak orang yang sudah tidak lagi memiliki dompet kecuali untuk menyimpan kartu-kartu. Nah, lalu apakah hanya e-wallet saja yang merupakan produk fintech? Oh tentu tidak. Ada paling tidak ada empat konsep fintech yang kini beredar di tengah masyarakat, dengan pasarnya masing-masing. 

BACA JUGA: Strategi Menghadapi Risiko Bisnis Di Masa New Normal

1. Crowdfunding

Masih ingat proyek pesawat R81 yang rencananya akan diproduksi oleh Indonesia? Pada saat itu Bapak Habibie Presiden RI ke-3, mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi dengan mendonasikan berapapun uang yang dimiliki melalui platform/aplikasi kitabisa.com. Ini adalah contoh crowdfunding dengan pendekatan kolektif yang disalurkan secara online melalui platform atau aplikasi sebagai wadahnya. Crowdfunding kurang lebih sama seperti mengumpulkan sumbangan saweran, hanya saja orang-orang yang ikut serta bisa tidak mengenal satu sama lain mengingat jangkauannya yang lebih luas. 

2. Peer-to-Peer (P2P) Lending

Sebelum adanya transformasi digital, peminjaman uang hanya bisa kita lakukan melalui lembaga-lembaga resmi seperti bank. Namun kini tidak lagi, karena ada banyak penyedia jasa yang juga bisa meminjamkan sejumlah kepada Anda dengan persyaratan yang mungkin lebih mudah dari biasanya. Metode peminjaman P2P ini mirip dengan konsep marketplace  yang mewadahi banyak pedagang dan menghubungkan para pedagang tersebut dengan Anda sebagai calon pembelinya. Bedanya yang ini mempertemukan antara pemberi pinjaman (investor) dengan para pencari pinjaman dalam satu platform. Nantinya para investor akan mendapatkan bunga dari dana yang dipinjamkan. Contohnya, Kredivo, Investree, Amartha dan KoinWorks. 

BACA JUGA: Prosedur Pengadaan Barang Dan Jasa Di Masa PSBB

3. Market Aggregator

Fintech yang satu ini mengumpulkan dan mengolah data keuangan untuk digunakan sebagai patokan dalam menentukan produk keuangan apa yang sekiranya cocok bagi seseorang. Data-data keuangan tersebut bisa memberikan perbandingan produk mulai dari harga, fitur hingga manfaat. Contoh dari market aggregator adalah Cekaja.com. 

4. Payment, clearing dan settlement

Ini adalah jenis fintech yang memberikan layanan sistem pembayaran baik yang diselenggarakan oleh industri perbankan maupun yang dilakukan Bank Indonesia seperti Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) hingga BI scripless Securities Settlement System (BI-SSSS). Contohnya, Kartuku, Doku,iPaymu, Finnet dan Xendit. 

Jadi mana diantara fintech di atas yang sudah Anda coba, dan bagaimana pengalaman yang Anda rasakan?

Sumber: blog.axiqoe.com; bi.go.id; online-pajak.com; fintekmedia.id; marketeers.com

Related Articles
Office Solution

Makan Gorengan Guilty Free, Ya Hanya Eatlery!

By Tim Editor12 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Printing Services untuk Bisnis, Apa Saja Manfaatnya?

By Tim Editor10 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

5 Perlengkapan Kantor Esensial untuk WFO dan WFH

By Tim Editor10 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

5 Sektor Bisnis yang Akan Berkembang Pesat di Masa Depan

By Tim Editor10 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Mengenal Blockchain dan Potensi Pemanfaatannya

By Tim Editor09 Agustus 2021 2 Mins Read
Office Solution

Pebisnis Pemula Wajib Tahu Enam Strategi Finance Berikut

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Strategi Bisnis: Tips Memenangkan Persaingan Pasar

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Mengenal Tiga Tingkatan Strategi Bisnis

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Strategi Digital Marketing: Cara Jitu Promosi Usaha Anda [Panduan bagi Pemula]

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Office Solution

Strategi Pemasaran: “5P” dalam Membangun Taktik Bisnis

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Comments
Write Comment