Insight

Supremasi Komputer Kuantum Jadi Tolak Ukur Masa Depan

By Tim Editor09 Agustus 2019 2 Mins Read
0 0

Gambar: Wired

OFiSKITA – Saat ini, IBM sudah memiliki komputer kuantum yang sudah berfungsi. Di sisi lain, Intel membangun prosesor kuantum dan terus berinvestasi dalam mengembangkan teknologinya. Sedangkan Microsoft masih mencoba pendekatan berbeda untuk membangun komputer masa depan ini. 

Lebih dari 70 tahun, beberapa perusahaan, terutama Google, IBM dan Rigetti yang berbasis di California, berlomba membangun sebuah mesin "supremasi kuantum". Jika berhasil, prestasi ini akan menandai momen lahirnya komputer kuantum untuk pertama kali, mengungguli komputer konvensional terbaik. Bahkan Google mencoba menjadi pelopor dengan mengklaim akan meluncurkannya tahun ini.

Komputer kuantum dapat memecahkan masalah tertentu lebih cepat daripada komputer konvensional pada umumnya. Pengembangan obat, desain, ramalan cuaca, perdagangan saham,semua berpotensi dikerjakan oleh komputer kuantum yang melakukan sejumlah perhitungan sekaligus. 

Sebenarnya, para fisikawan telah mengembangkan komputer kuantum ini sejak 1980-an, tetapi baru-baru ini mereka membuat prototipe yang berfungsi. Pesaing utama IBM dalam membangun komputer kuantum, Google, tengah membangun sebuah komputer kuantum yang memiliki kesamaan dengan komputer konvensional. 

Komputer konvensional menggunakan standar bit digital 0 dan 1, sementara  komputer kuantum menggunakan bit kuantum atau qubit dengan nilai antara 0 dan 1. Ketika qubit dihubungkan oleh keterikatan kuantum, dapat mengerjakan perhitungan yang memakan waktu milyaran tahun jika dikerjakan oleh komputer konvensional. Komputer kuantum terbesar saat ini memiliki sekitar 20 qubit superkonduktor. Generasi chip berikutnya, diharapkan dapat mencapai supremasi kuantum dengan ukuran 50 qubit.

Supremasi kuantum akan menjadi prestasi luar biasa dalam sektor sains. Tapi itu tidak akan mengubah dunia dalam waktu dekat. Faktanya, algoritma yang dapat berjalan di komputer kuantum saat ini tidak banyak digunakan. 

Masalahnya adalah bahwa sistem kuantum sangat rapuh. Untuk mempertahankan perilaku kuantumnya, chip qubit harus ditutup dalam kotak kedap udara atau didinginkan hingga sepersekian derajat di atas nol absolut. Lebih buruk lagi, perangkat ini sangat sensitif terhadap gangguan terkecil, bahkan langkah kaki pun dapat membuatnya kacau. 

Komputer kuantum bukan perangkat mandiri, mereka membutuhkan perangkat pendukung komputer konvensional dan perangkat lain untuk memprogram, mengoperasikan, dan memantau mereka. Ditambah dengan itu adalah beban komputasi dari output mesin. Komputer kuantum dengan 10 juta qubit berjalan pada beberapa gigahertz akan memuntahkan lebih dari 10 terabyte data per detik. 

Sumber: Tech Crunch, The Guardian, ark21.co

Related Articles
Insight

Apa Itu Mesin Plotter & Fungsi dan Kelebihannya dalam Digital Printing

By PrinterQoe20 November 2019 3 Mins Read
Insight

Cari Tahu Ini Dulu Sebelum Uji Penetrasi

By Tim Editor18 November 2019 3 Mins Read
Insight

Pikir Dua Kali Sebelum Masukan Data Pribadi Anda Ke Dunia Maya

By Tim Editor18 November 2019 3 Mins Read
Insight

Pindah ke Cloud dengan SAP S/4HANA

By Tim Editor13 November 2019 2 Mins Read
Insight

Ubah Pelanggan Anonim Menjadi Setia dengan SAP C/4HANA

By Tim Editor12 November 2019 2 Mins Read
Insight

SAP SuccessFactors, Pemimpin dalam Solusi Cloud untuk SDM

By Tim Editor12 November 2019 4 Mins Read
Insight

Memerangi Limbah dengan Teknologi

By Tim Editor11 November 2019 2 Mins Read
Insight

Komponen Smart Office Ini Sudah Ada Di Kantor Anda?

By Tim Editor08 November 2019 4 Mins Read
Insight

Teknologi yang Bantu E-Commerce Optimalkan Web Leads Generation

By Tim Editor14 November 2019 2 Mins Read
Insight

Solusi Mobile Workforce Management dari AGIT

By Tim Editor11 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment