Insight

Tak Hanya Industri, Talenta Indonesia Juga Harus 4.0

By Tim Editor10 Oktober 2019 2 Mins Read
10 0

Gambar: Unsplash

OFiSKITA – Pada bulan September tahun lalu, Cisco and Oxford Economics menganalisis 433 pekerjaan pada 21 industri. Dari hasil analisis yang dilakukan di negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam, menghasilkan laporan yang mengungkap bahwa setidaknya terdapat 8% dari tenaga kerja (9,5 juta orang) di Indonesia berpotensi kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi.

Hal tersebut dikuatkan lembaga riset McKinsey and Company pada laporan yang berjudul “Automation and the future of work in Indonesia”, yang membahas keraguan pekerjaan administrasi di Indonesia akan semakin menjadi otomatis. Namun, seperti inovasi teknologi di era sebelumnya, pekerjaan baru juga akan bermunculan dan berubah.

Cisco and Oxford Economics dan McKinsey and Company menyebutkan bahwa Indonesia harus mengatasi transisi keterampilan untuk otomatisasi ini. Mereka melihat bahwa Indonesia kekurangan talenta. Keduanya sepakat bahwa dalam hal ini, upaya bersama dari semua pemangku kepentingan diperlukan. Pada 2016, isu mengenai kekurangan tenaga kerja berketerampilan tinggi telah disorot dalam sebuah laporan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa ujung permasalahannya adalah kualitas keterampilan dan produktivitas.

Di bawah Presiden Joko Widodo, pemerintah bertekad untuk mengubah Indonesia menjadi negara ekonomi Industri 4.0 dengan meluncurkan beberapa inisiatif, termasuk pengembangan keterampilan.

Selain pemangku kepentingan seperti pemerintah, perusahaan swasta juga ikut membantu Indonesia meningkatkan keterampilan talentanya. Pada Oktober tahun lalu, pendiri Alibaba Group Jack Ma mengungkapkan bahwa ia dan pemerintah Indonesia sudah mendiskusikan kemungkinan untuk membuka lembaga pendidikan keterampilan untuk membantu Indonesia memenuhi tuntutan keterampilan Industri 4.0, juga dikenal sebagai Revolusi Industri Keempat. 

Indonesia memang sudah bergerak ke arah yang benar, namun masalah kurangnya talenta berketerampilan tinggi masih berlanjut hingga saat ini. Seperti yang disarankan McKinsey, semua pemangku kepentingan harus melakukan bagian mereka untuk memastikan bahwa semua orang Indonesia memiliki masa depan yang lebih cerah.

Sumber: The ASEAN Post. Inc.com

Related Articles
Insight

3 Tren Terkini yang untuk Tingkatkan Budaya dan Produktivitas Perusahaan

By Tim Editor12 November 2019 3 Mins Read
Insight

Berikut Ini Tips Tingkatkan Motivasi Karyawan Jelang Akhir Tahun

By SpotQoe07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Peran Penting Teknologi dalam Membangun Budaya di Tempat Kerja

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Efisiensi Bujet Bisa Dicapai dengan Bantuan Mesin Multifungsi

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Ternyata, Peribahasa ‘Hemat Pangkal Kaya’ Juga Berlaku untuk Bisnis

By Tim Editor28 Oktober 2019 3 Mins Read
Insight

Seberapa Amankah Data Perusahaan Anda?

By Tim Editor28 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

4 Tips Ciptakan Lingkungan Kerja Fleksibel

By Tim Editor28 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment