Insight

Tantangan Perkembangan IoT di Indonesia

By Tim Editor01 Maret 2019 2 Mins Read
30 0

Gambar: Andres Urena / Unsplash

OFiSKITA – Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah tren otomatisasi dan pertukaran data. Untuk menghadapinya, semua sektor industri harus siap melalui proses digitalisasi. Konsep ini sudah leih dulu berkembang di belahan dunia lain khususnya negara-negara di Eropa dan Amerika. Sementara di Indonesia, Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan peta jalan “Making Indonesia 4.0” pada bulan April tahun lalu. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk menghidupkan konsep Revolusi Industri 4.0 yang sedang berproses. 

Industri 4.0 tidak dapat lepas dari Internet of Things (IoT). IoT merupakan sesuatu yang hype saat ini. Menurut sebuah studi, pendapatan dari IoT diperkirakan mencapai USD25 miliar hingga USD50 miliar pada tahun 2020. Internet of Things (IoT) merupakan sebuah konsep keterhubungan antar objek, termasuk dalam hal mentransfer data. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, menjadi micro-electromechanical systems (MEMS), dan internet.

Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam “Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Q2 2017” mengungkapan bahwa Indonesia berpeluang menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, baik untuk sektor manufaktur maupun sektor ritel. McKinsey mengatakan dengan meningkatnya IoT belanja perusahaan akan meningkat sekitar 15 persen per tahun hingga 2022.

Di Indonesia, sudah banyak inovasi yang dikembangkan terkait IoT. Contohnya, eFishery, startup pertama di industri akuakultur yang menyediakan solusi teknologi IoT dan platform data untuk mendukung bisnis budidaya ikan dan udang. Indonesia juga membentuk forum IoT, namun geliat bisnis IoT di Indonesia belum menunjukkan pergerakan dan dampak yang signifikan. 

Salah satu faktor penghambatnya adalah belum terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia. Masyarakat Indonesia masih belum terbiasa dan belum sepenuhnya mengadopsi konsep smart home, padahal produsen elektronik besar seperti Philips dan Samsung mempunyai pangsa pasar yang besar di Indonesia. Menurut DailySocial, ekosistem IoT tak hanya terbatas pada perangkat, tetapi juga sumber daya manusia (SDM), dan masalah non-teknis lain seperti pembiayaan penelitian.  

Sumber: DailySocial, McKinsey, BKPM

Related Articles
Insight

Pindah ke Cloud dengan SAP S/4HANA

By Tim Editor3 hours ago2 Mins Read
Insight

Ubah Pelanggan Anonim Menjadi Setia dengan SAP C/4HANA

By Tim Editor12 November 2019 2 Mins Read
Insight

SAP SuccessFactors, Pemimpin dalam Solusi Cloud untuk SDM

By Tim Editor12 November 2019 4 Mins Read
Insight

Memerangi Limbah dengan Teknologi

By Tim Editor11 November 2019 2 Mins Read
Insight

Komponen Smart Office Ini Sudah Ada Di Kantor Anda?

By Tim Editor08 November 2019 4 Mins Read
Insight

Solusi Mobile Workforce Management dari AGIT

By Tim Editor11 November 2019 2 Mins Read
Insight

Dapatkan Pengalaman Omnichannel Dengan mysquare

By Tim Editor08 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mengapa Customer Insight Itu Penting?

By Tim Editor06 November 2019 2 Mins Read
Insight

Microsoft Dynamics 365, Berdayakan Pelanggan dengan AI

By Tim Editor05 November 2019 2 Mins Read
Insight

Ini yang Orang Awam yang Perlu Tahu Tentang Microsoft Azure

By Tim Editor04 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment