Insight

Teknologi Remote Desktop Jadi Kebutuhan Karyawan di Era Pandemi

By Tim Editor15 April 2021 4 Mins Read
89 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Setelah selama kurang lebih satu tahun bekerja dari rumah alias Work from Home (WfH) ada satu pengalaman yang menyadarkan saya bahwa digitalisasi memang membutuhkan penyesuaian dalam banyak hal. Salah satunya adalah ketika timbul masalah teknis pada laptop yang saya digunakan sehari-hari. Dalam kondisi normal, setiap terjadi kendala saya akan langsung membawa laptop ke ruangan teknisi untuk diperbaiki. Namun dengan situasi kerja saat ini, dimana jadwal kerja menjadi terbagi-bagi sesuai jadwal WfO dan WfH, tidak terpikir oleh saya bahwa remote desktop adalah solusi yang praktis dan memudahkan. 

Remote desktop adalah kemampuan yang dimiliki perangkat untuk dapat tersambung dengan resource pada satu jaringan dari satu tempat tertentu. Bahasa awamnya, kendali atas laptop Anda bisa diambil alih dari jarak jauh, dalam hal ini teknisi IT yang membantu memperbaiki kendala teknis pada laptop atau komputer Anda.  

Utomo, dkk (2010) mendefinisikan remote desktop sebagai sistem yang dapat digunakan dalam mengendalikan satu manajemen jaringan tertentu. Dalam pengoperasiannya, administrator dapat dengan mudah mengontrol serta mengawasi komputer klien maupun server, membackup data-data, aktivitas atau interaksi dengan para user, dan berbagai aktivitas lainnya. Dhawan (1998) dalam Eliminate Guess Work (2010) mendefinisikan bahwa remote desktop adalah sebuah kemampuan untuk dapat tersambung pada sambungan network dalam lokasi atau tempat tertentu.

BACA JUGA: Satu Tahun Hiatus Akibat Pandemi Kini IoT Kembali Bangkit

Bagaimana cara kerja remote desktop?

Teknologi remote desktop bekerja dengan cara menghubungan teknisi IT tadi dengan komputer Anda, dari lokasi mana pun. Setelah terhubung, teknisi dapat melakukan berbagai tugas manajemen dan administrasi seolah-olah mereka sedang duduk di depan komputer Anda. Dan Anda bisa bisa menonton ketika kursor di layar laptop Anda  bergerak sendiri dan membuka window atau file tertentu. Perangkat lunak remote desktop dapat digunakan untuk dukungan teknis atau tujuan layanan pelanggan, yang memungkinkan solusi real-time tanpa harus bertemu langsung sehingga tidak mengganggu produktivitas kerja. Terdapat dua jenis remote desktop yang umum digunakan, yaitu:

  • Mode Desktop/GUI

Jenis remote desktop pertama adalah mode desktop atau Grapichal User Interface (GUI). Contoh dari jenis remote desktop satu ini adalah VNC, remote desktop, dan juga redmin. 

  • Mode Teks

Untuk jenis remote desktop yang kedua ialah mode teks. Adapun contoh dari remote teks ini adalah ssh, telnet, Rlogin, raw, dan juga serial. Memiliki fungsi yang sama dengan jenis remote desktop yang pertama, bedanya hanya terlihat dari spesifikasinya saja. Namun begitu, kemudahan remote desktop juga dibarengi dengan serangkaian tantangan yang patut Anda antisipasi.  

1. Risiko keamanan

Akses jarak jauh meningkatkan risiko pelanggaran keamanan, yang dapat merugikan baik secara pribadi maupun profesional. Tanpa pengamanan yang tepat dan kebiasaan online yang aman, karyawan dapat secara tidak sengaja membiarkan informasi sensitif terbuka. Karena itu usahakan jangan malas atau lupa untuk log out dari semua aplikasi yang Anda gunakan, setiap kali usai menggunakan laptop.

2. Kegagalan jaringan

Anda bisa saja tidak dapat terkoneksi dengan remote desktop karena tidak ada jalur komunikasi yang valid antara dua komputer. Untuk itu dibutuhkan adanya proses eliminasi untuk menentukan dimana letak masalahnya, apakah terletak pada Anda sebagai pengguna, jaringan atau server terminal. Kegagalan jaringan dapat memiliki beberapa penyebab yang berbeda, termasuk masalah dengan koneksi nirkabel versus kabel, lalu lintas VPN, atau subnet tertentu.

BACA JUGA: Ubah Foto Statis Jadi Animasi Sudah Coba?

3. Masalah firewall

Masalah firewall adalah penyebab umum kegagalan remote desktop yang bisa saja terjadi di jaringan publik yang memblokir akses remote desktop, atau saat Anda mencoba menyambung ke komputer rumah saat bekerja. Untuk mencegah hal ini, pastikan port perangkat lunak desktop komputer terbuka di semua firewall antara komputer Anda dan server perusahaan. 

4.  Insufficient permissions

Untuk mendapatkan akses, terknisi harus diberikan akses untuk masuk melalui layanan remote desktop. Jika tidak, mereka akan menerima pesan kesalahan saat mereka mencoba untuk menyambung. 

5. Exceeded capacity

Teknisi perusahaan Anda mungkin tidak dapat mengakses remote desktop jika kapasitas infrastruktur melampaui batas. Ini dapat terjadi jika semua lisensi yang tersedia telah digunakan, server terlalu sibuk, atau peluncuran sesi lain akan memengaruhi kinerja yang sudah ada. Solusi jangka pendek untuk ini adalah memulai sesi "admin", tetapi jika masalah ini sering terjadi, mungkin sudah waktunya untuk meningkatkan kapasitas Anda.

Sumber: Business.com; markey.id

Related Articles
Insight

Migrasi Data: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya untuk Bisnis

By Tim Editor10 September 2021 3 Mins Read
Insight

Pastikan Bisnis Terintegrasi dan Tepat Sasaran dengan myZ

By Tim Editor10 September 2021 3 Mins Read
Insight

Apa Itu Cryptocurrency?

By Tim Editor09 Agustus 2021 3 Mins Read
Insight

Mengenal Blockchain dan Potensi Pemanfaatannya

By Tim Editor09 Agustus 2021 2 Mins Read
Insight

Kebocoran Data Jadi Isu Terkini, Berikut 5 Tips Melindungi Data Pribadi

By Tim Editor09 Agustus 2021 3 Mins Read
Insight

Ramai Dibicarakan, Begini Serba-Serbi Teknologi Terbaru 5G

By Tim Editor09 Agustus 2021 3 Mins Read
Insight

Migrasi Data: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya untuk Bisnis

By Tim Editor06 Agustus 2021 3 Mins Read
Insight

Bisnis Lebih Mudah, Fleksibel, dan Hemat Biaya dengan IaaS

By Tim Editor05 Agustus 2021 3 Mins Read
Comments
Write Comment