Insight

Tentang Facebook dan Cryptocurrency

By Tim Editor09 Januari 2019 2 Mins Read
0 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Berawal dari platform media sosial tunggal di era desktop menjadi aplikasi seluler, kini Facebook juga merupakan ekosistem perdagangan seluler dengan mata uang sendiri. Bila kita tengok kembali apa saja yang sudah terjadi pada 2018 lalu yang berkaitan dengan cryptocurrency, Anda akan dapati bahwa  Facebook mulai bergerak menuju menjadi pemain cryptocurrency terbesar di dunia dan membangun platform pembayaran mobile yang dapat menyaingi Visa.

Walaupun bisa dibilang 2018 merupakan tahun terburuk dalam sejarah Facebook dengan adanya pelanggaran data Cambridge Analytica, serta beberapa isu sensitif lain. Eksistensi semakin tersudut dengan adanya tagar #deletefacebook. Namun siapa sangka di tengah krisis ini, Facebook diam-diam justru meluncurkan in-house start up mereka yang berfokus pada teknologi blockchain dan cryptocurrency yang dikomandoi oleh David Marcus, kepala Facebook Messenger dan mantan presiden PayPal. Situasi tampaknya kian serius dengan hadirnya beberapa mantan eksekutif PayPal utama dan mundurnya David dari posisi yang didudukinya.

Hingga akhirnya Facebook go public dengan mengumumkan produk crypto pertama mereka, untuk digunakan untuk pembayaran remitansi di India. Pembayaran diaktifkan melalui Whatsapp, platform chat yang memiliki lebih dari 200 juta pengguna di India. Strateginya cukup meyakinkan, yaitu bahwa India mewakili lebih dari 10% dari pasar pengiriman uang global sebesar USD613 miliar.

Strategi memulai bisnis crypto di India menguntungan Facebook karena mereka memiliki populasi yang besar dan pertumbuhan yang signifikan dibanding WeChat, dan platform pembayaran internasional seperti PayPal. Khusus untuk pengguna mobile-first/ mobile-only di negara-negara berkembang, stablecoin dan dompet digital di Facebook juga merupakan penyimpanan nilai yang lebih stabil daripada mata uang lokal. Facebook membutuhkan satu hal yang saat ini kurang tersedia yaitu kepercayaan khalayak agar bisa mendorong adopsi blockchain / cryptocurrency, yang bisa berarti dua hal yaitu bertahan atau menyerang.

Sumber: Forbes

Related Articles
Insight

Alfamart Akan Tambah 200 Toko di Filipina

By Tim Editor0 seconds1 Mins Read
Insight

H&M Rencanakan Uji Coba Layanan dan Fitur Digital

By Tim Editor0 seconds2 Mins Read
Insight

Strategi untuk Tetap Merajai Persaingan di Pasar E-commerce

By Tim Editor8 hours ago3 Mins Read
Insight

Menjajal Cara Networking yang Berbeda Dari Biasa

By Tim Editor15 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Kembali Aktifkah Penjualan Anda Pasca Libur ?

By Tim Editor15 Januari 2019 3 Mins Read
Insight

Efisiensi dan Penghematan Biaya dalam Perjalanan Bisnis Perusahaan

By Tim Editor14 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

Optimis yang Berlebihan Tidak Baik untuk Bisnis

By Tim Editor14 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

Posisi Generasi Millenial Asia dalam Pasar Global

By Tim Editor14 Januari 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment