Insight

Terinspirasi dan Menjadi Hobi, Kini Kreasi Tas Anyaman Cantik Jadi Penghasil Pundi

By Tim Editor03 Desember 2020 4 Mins Read
31 0

OFiSKITA - Inspirasi bisnis dapat datang dari mana saja. Bahkan, inspirasi ini dapat datang dari hal yang tidak diduga. Inilah yang dirasakan oleh Natalia Stella Nostra. Bagaimana tidak? Pada umur 8 tahun saja, dirinya sudah terpikirkan untuk menghasilkan uang dengan menjual koleksi kertas bergambarkan karakter lucu ke teman-temannya. Inspirasi unik seperti ini tidak hanya didapat di usia belia saja, dirinya juga mendapatkannya dalam mengembangkan usaha kriya dan kerajinan yang kini dirintisnya.

Sebelum menjadi pengusaha, Natalia adalah seorang lulusan sarjana psikologi dan pernah mengajar sebagai guru di sebuah sekolah inklusi. Sekolah jenis ini menerapkan kurikulum Montessori, sebuah kurikulum yang menekankan sistem pengajaran menggunakan alat peraga sebagai sarana belajar. Dengan rutinitasnya membuat alat peraga, Natalia menemukan kecintaannya dalam membuat kerajinan tangan serta kemampuannya dalam membuat berbagai kerajinan tangan menjadi terasah. Kerajinan tangan inilah yang ia rasa dapat dikembangkan sebagai ide bisnis.

BACA JUGA: Buah Manis Kreasi Eco-Print dari Rumah Sendiri

Tak cukup dari inspirasi yang didapatkannya, dirinya juga memiliki lingkungan keluarga yang suportif karena sudah lebih dulu menekuni bidang usaha. Di tahun 2014 lalu, ibunda Natalia sudah berbisnis pakaian khususnya kebaya yang ditargetkan kepada pegawai instansi perkantoran dan sekolah. Ayahnya juga menekuni bidang usaha kuliner, yaitu bakpia. Terpaparnya dengan kegiatan usaha yang dikembangkan secara mandiri, pada tahun 2018 Natalia mendirikan bisnis kriya yang diberi nama Jingga Craft

Diambil dari nama anaknya, Lembayung Jingga, Natalia ingin bisnisnya tidak hanya menjadikan dirinya produktif dan mengasah kreatifitas, tapi juga berharap dapat membawa berkah untuk keluarga. Usahanya ini berfokus pada kreasi kerajinan tas yang dihias menarik dan indah untuk digunakan penggunanya. Bagaimana tidak? Setiap tasnya dihias dengan dekorasi lukisan bangunan ikonik di Yogyakarta. Tak hanya ingin tampil beda, desain tas ini juga menjadi kontrIbusi untuk mengembangkan pariwisata Yogyakarta. 

Untuk menciptakan produk tas yang unik dan berkualitas, Natalia menggunakan bahan dasar anyaman bambu dengan kemasan menarik yang didesain dengan teknik decoupage, yang membuatnya unik dan berbeda dengan produk sejenis. Untuk menyesuaikan dengan keinginan konsumen, produk ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu dapat di-custom dan dipersonalisasikan, “nguri-uri budaya” yang berarti menggunakan kearifan lokal Yogyakarta, produk yang limited edition. Natalia juga membangun hubungan yang baik dengan konsumen, serta melakukan kegiatan sosial di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

BACA JUGA: Lahan Bisnis Bercita Rasa Khas Parahyangan

Dalam menciptakan bisnisnya, Natalia awalnya menawarkan produk kepada keluarga dan teman-temannya, kemudian meminta review dan masukkan untuk membuat produknya lebih baik. Ia juga mengikuti berbagai pelatihan dan terus melakukan evaluasi untuk setiap produknya. Walaupun awalnya hanya mengandalkan word-of-mouth, Natalia juga menitipkan produknya di Gallery Pasar Kotagede di Bandara Internasional Yogyakarta, mengajak jejaring reseller, bahkan pameran dinas. Ia juga mengoptimalkan media sosial untuk memasarkan produk-produk Jingga Craft. 

Usahanya pun terus berkembang. Dibantu dengan keluarga dan tiga karyawannya, kini Natalia dapat menjual hingga 20 produk per bulan dan menyentuh omzet empat hingga lima juta per bulan. Berkembangnta produk dari Jingga Craft membuat Natalia tidak hanya berhasil menjual produknya di wilayah Yogyakarta, tetapi juga daerah lain seperti Jakarta, Bali, Balikpapan. Tak puas hanya itu, produk Jingga Craft bahkan sudah menjamah pasar luar negeri seperti Malaysia, Jepang, hingga Kanada.

Walau Jingga Craft yang didirikan Natalia sudah berkembang, bukan berarti perjalanannya mulus dan tanpa masalah. Baginya, masalah terbesar adalah membagi waktu untuk mengelola usaha, merawat keluarga, dan membantu perkembangan anak. Untuk itu, Natalia sering berbagi tugas dengan suaminya serta menyusun manajemen waktu yang baik untuk menyelesaikan pekerjaannya setiap bulannya.

BACA JUGA: Astragraphia Selenggarakan Kelas ASIK Jogja untuk Industri Kreatif Lokal yang Terdampak Pandemi

Dengan melakukan hal tersebut, Ibu Natalia masih berharap untuk dapat mewujudkan mimpi-mimpinya dalam menjalankan Jingga Craft. Saat ini, dirinya masih berfokus untuk mewujudkan kolaborasi dengan produk lain dan desainer lokal. Tahun depan, ia merencanakan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa hotel di Yogyakarta untuk menjual produknya, serta memaksimalkan kemampuan digital marketing dengan memanfaatkan iklan di Facebook dan Instagram. Dengan mimpi ini, Natalia melalui Jingga Craft berharap dapat menghadirkan suasana hangat Yogyakarta dalam produk tas decoupage-nya.

Sumber: Peserta Kelas ASIK Jogja, 30 September 2020

Related Articles
Insight

Kelas ASIK untuk UMKM Sumsel-Babel di Penghujung Tahun 2020

By Tim Editor12 Desember 2020 3 Mins Read
Insight

Lahan Bisnis Bercita Rasa Khas Parahyangan

By Tim Editor18 November 2020 3 Mins Read
Insight

Buah Manis Kreasi Eco-Print dari Rumah Sendiri

By Tim Editor17 November 2020 3 Mins Read
Insight

Solusi Teknologi Berbasis Customer Orientation

By Tim Editor11 November 2020 3 Mins Read
Insight

Insight Astragraphia dalam Webinar Bimtek Series Sarana Prasarana SMK

By Tim Editor25 September 2020 2 Mins Read
Insight

Kontribusi Astragraphia dalam Program Pendidikan Grup Astra

By Tim Editor24 September 2020 2 Mins Read
Insight

Memulai Bisnis di Tengah Pandemi? Anda Hebat!

By Tim Editor16 September 2020 3 Mins Read
Insight

5 Tips Agar Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

By Tim Editor02 September 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment