Insight

Tren Fesyen & Perhotelan Selama dan Pasca Pandemi

By Tim Editor26 Februari 2021 7 Mins Read
18 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Masyarakat dunia tidak terkecuali di Indonesia mengalami perubahan drastis dalam tatanan kehidupan keseharian. Mulai dari ibu rumah tangga hingga pekerja kantoran, semua mengalami pembatasan sosial dan menjadi lebih bergantung kepada teknologi untuk melakukan hampir semua rutinitas keseharian. Perubahan pola hidup ini pada akhirnya berujung pada berubahnya tren pada berbagai industri yang akrab dengan kita, seperti industri fesyen dan industri perhotelan. Pemberlakuan sistem kerja dari rumah atau Work from Home (WfH) serta pembatasan aktivitas di luar rumah membuat orang lebih memilih mengenakan pakaian 'rumah' untuk bekerja. Jadi tidak heran bila kemeja atau celana bahan Anda kini lebih banyak menganggur di lemari pakaian. Perubahan inilah yang secara tidak langsung berpengaruh kepada konsep fesyen dan cara orang dalam berpakaian. 

Perubahan Arah Fesyen  

Dina Midiani, Advisory Board dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengatakan bahwa konsep fesyen saat ini berubah ke arah nuansa kasual yang nyaman dibandingkan busana formal. Menurut Dina, pelaku industri fesyen sedang memperkenalkan konsep “The New Beginning” yang menyesuaikan tren dan bahan sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal tersebut dikarenakan respon orang terhadap pandemi berbeda-beda, maka konsep minimalis, simpel dan praktis menjadi pilihan dalam berbusana. Pilihan warnanya pun mengarah kepada warna-warna yang lebih mudah dipadupadankan. Dina juga menyarankan kepada pelaku industri tekstil agar memperkuat bagian riset& pengembangan, karena bahan yang tahan lama dan higienis semakin diminati belakangan ini, khususnya bagi produsen masker kain. 

Industri pariwisata secara perlahan namun pasti juga sudah mulai mengadopsi tren yang lahir setelah merebaknya pandemi. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang kini menjadi semakin waspada terhadap kebersihan diri serta lingkungan tempatnya berada, karena itu hotel dan lokasi liburan semakin rajin berbenah diri agar mendapatkan kembali kepercayaan kosumen. Berdasarkan data dan analisis GlobalData, berikut beberapa tren perhotelan saat ini. 

BACA JUGA: Pendatang Baru di Bisnis Pesan Antar Makanan

  • Protokol Kesehatan & Kebersihan

Selain karena kebijakan pemerintah, hotel maupun perusahaan transportasi yang menerapkan protokol kesehatan membuat calon pelancong merasa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan jasa mereka. Begitupun halnya dengan protokol kebersihan yang memang sudah seharusnya menjadi standar dalam industri perhotelan. Keduanya saling menunjang dalam membangun kepercayaan calon pelancong. 

  • Staycation 

Mengingat bekerja saat ini bisa dilakukan dari mana saja, maka staycation sudah menjadi umum di kalangan pekerja yang jenuh terlalu lama tinggal di rumah dan menginginkan perubahan suasana sehingga bekerja menjadi lebih menyenangkan. 

  • Interior Kamar yang Nyaman

Poin yang satu ini sejalan dengan sebelumnya. Agar tamu merasa betah tinggal di penginapan/hotel maka interior kamar pun sebisa mungkin dibuat senyaman mungkin dengan permainan warna, penataan furnitur serta ornamen dan hiasan yang membuat kamar lebih semarak. 

BACA JUGA: Laris Manis Mobil Bekas​​​​​​

  • Teknologi Touchless

Meminimalisasi kontak langsung terhdap manusia maupun benda-benda di sekitar menjadi poin penting khususnya di masa pandemi sekarang. Seperti banyak orang sudah tahu bahwa saat ini tombol lift sudah banyak yang disesuaikan dengan menggunakan sensor, tanpa Anda perlu menyentuh tombolnya secara langsung. Untuk hotel, bisa saja memanfaatkan teknologi yang sama untuk mengunci pintu kamar menggunakan aplikasi atau pengaturan kamar yang memanfaatkan Internet of Things (IoT).

  • Memperbanyak Ruang-Ruang Outdoor

Sekian lama terkungkung di rumah saja membuat orang merindukan suasana luar ruang untuk sekedar duduk santai menikmati suasana. Ini celah yang perlu digarap lebih serius oleh pengusaha penginapan, karena area outdoor bisa jadi merupakan daya tarik yang pertama dicari oleh calon pelancong. 

  • Aturan yang Lebih Fleksibel

Di tengah kondisi yang serba tidak terduga selama satu tahun belakangan ini membuat industri perhotelan mau tidak mau juga harus mengikuti arus. Fleksibilitas seperti pengembalian dana untuk pembatalan di menit-menit terakhir bersama dengan berbagai kelonggaran lainnya akan menjadi nilai plus di mata calon pelancong. 

Sumber: Travel.okezone.com; industry.co.id

Foto: Lilik Pratomo, SE, MBA. Kepala Sekolah  SMK 2 Triple ‘J’ &

Melinda Pudjo, Chief of Corporate Secretary and Communications Astragraphia

 

OFiSKITA - Astragraphia meresmikan kerja sama dengan SMK 2 Triple 'J' untuk Kompetensi Keahlian Multimedia, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang diselenggarakan pada tanggal 23 Februari 2021 secara daring. SMK BISA Link & Match merupakan salah satu program turunan dari agenda pemerintah dalam rangka mempersiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan agar siap memasuki dunia industri. Astragraphia memandang program ini sebagai kesempatan baik untuk berkontribusi kepada masyarakat terutama meningkatkan kecerdasan bangsa dan perwujudan kontribusi sosial Astragraphia pada pilar pendidikan.

Pada acara penandatanganan tersebut Astragraphia diwakili oleh Melinda Pudjo selaku Chief of Corporate Secretary and Communications Astragraphia, Fitri Yuliani sebagai Corporate Communications Dept. Head beserta tim, dan disaksikan juga oleh Darmawan Santoso, Branch Manager Astragraphia Serpong beserta tim cabang. Sementara dari pihak sekolah penandatanganan dilaksanakan oleh Lilik Pratomo, SE, MBA. selaku Kepala Sekolah  SMK 2 Triple ‘J’, dengan didampingi oleh Edy Waloyo, S.Pd. selaku Wali Kepala Sekolah Hubungan Industri, Muhammad Heryansyah, S.T. selaku Kepala Program Multimedia, dan Heru Salehudin, S.T. sebagai Guru Produktif Multimedia.

BACA JUGA: Sumbangsih Astragraphia untuk Dunia Pendidikan kepada Siswa/i SMK Binaan Yayasan Amaliah Astra

Foto: Tim Astragraphia & Tim SMK 2 Triple ‘J’

Pada program SMK BISA Link & Match dengan SMK 2 Triple 'J' ini Astragraphia menyusun serangkaian aktivitas yang akan dilaksanakan sepanjang periode kerja sama 2 tahun ajaran hingga tahun 2022 mendatang. Aktivitas tersebut diantaranya adalah penyelarasan silabus pembelajaran, pelatihan Competence Aid Program (CAP), konsultasi pembuatan teaching factory multimedia hingga dukungan sarana belajar mengajar. Semua aktivitas ini tentunya dapat membantu pihak sekolah dalam menyelaraskan antara kurikulum hingga praktiknya.

Usai penandatanganan PKS, acara dilanjutkan dengan pelatihan CAP untuk siswa dan siswi SMK 2 Triple 'J' dengan topik Creative Content Creation yang dibawakan oleh Fitri Yuliani, selaku Corporate Communications Dept. Head Astragraphia dan Design Creation yang sampaikan oleh Dion Rahadian selaku Creative Designer Astragraphia. Dalam pelatihan yang berlangsung selama 2 jam ini, kedua insan Astragraphia yang menjadi narasumber memberikan pengetahuan dan pengalamannya dalam pembuatan konten hingga proses design kepada 63 siswa siswi jurusan multimedia. Setelah diberikan materi, tim Astragraphia juga memberikan tantangan kepada siswa dan siswi peserta untuk mempraktikkan materi yang dipresentasikan. Peserta diberi waktu 2 minggu lamanya untuk membuat desain beserta caption yang nantinya akan dipublikasikan di media sosial mereka masing-masing. Tiga konsep desain terbaik akan mendapatkan menarik yang sudah disiapkan oleh Astragraphia.   

BACA JUGA: Insight Astragraphia dalam Webinar Bimtek Series Sarana Prasarana SMK

Foto: Dion Rahadian Creative Designer Astragraphia

sedang mempresentasikan materi pelatihan Design Creation

 

Foto: Siswa/siswi SMK 2 Triple 'J' peserta pelatihan CAP

Competence Aid Program (CAP) adalah program unggulan Astragraphia dalam pilar pendidikan. Materi pelatihan disampaikan oleh insan Astragraphia yang mempunyai kompetensi serta semangat untuk berbagi dalam meningkatkan kompetensi guru dan siswa serta memberikan inspirasi bagi sesama,

Pendidikan merupakan pilar utama dalam menciptakan generasi cerdas. Melalui kegiatan ini, Astragraphia turut mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan bidang pendidikan di Indonesia. Program Pendidikan SMK BISA Link & Match ini merupakan perwujudan dari budaya perusahaan untuk menjadi perusahaan yang semakin Bermanfaat bagi Bangsa dan Peri Kehidupan (Valuable to the Nation and Life).

BACA JUGA: Kontribusi Astragraphia dalam Program Pendidikan Grup Astra

Sekilas Tentang SMK 2 Triple 'J'

SMK 2 Triple 'J' merupakan lembaga pendidikan swasta percontohan yang berlokasi di Jl. Landbau No.25 Karang Asem Barat, Citeureup - Bogor, Jawa Barat 16810. SMK 2 Triple 'J' aktif dalam upaya-upaya untuk mengingkatkan kualitas lulusannya, salah satunya adalah dengan memasukkan Kompetensi Keahlian Multimedia ke dalam kurikulum pembelajaran mereka sejak tahun 2015. Saat ini SMK 2 Triple “J” sedang dalam proses pembangunan ruang praktik serupa print room, untuk digunakan siswa/siswi sebagai tempat praktik mengenai digital printing mulai dari proses mendesain, mencetak dan pembuatan label sederhana.

 

 

Related Articles
Insight

Mengulik Pelayanan Digital Services Terbaik dari AGIT

By Tim Editor26 Juli 2021 3 Mins Read
Insight

Pertahankan atau Hapus Saja Akun Facebook Perusahaan?

By Tim Editor28 April 2021 3 Mins Read
Insight

Astra Internasional Perluas Investasi di Bisnis Digital

By Tim Editor23 April 2021 3 Mins Read
Insight

Menggapai Pasar Kaum Milenial dan Gen Z

By Tim Editor16 April 2021 3 Mins Read
Insight

Bersiap Jalani Pola Kerja Hybrid

By Tim Editor12 April 2021 3 Mins Read
Insight

Langkah-Langkah Menangani Krisis PR Perusahaan

By Tim Editor08 April 2021 3 Mins Read
Insight

6 Tips Mengelola Tim di Masa Krisis

By Tim Editor07 April 2021 4 Mins Read
Comments
Write Comment