Insight

Tren Media Sosial di Tahun 2019

By Tim Editor17 Januari 2019 3 Mins Read
62 0

Gambar: Unsplash

OFiSKITA – Perubahan dalam dunia media sosial selalu cepat. Seperti fitur-fitur baru yang ditawarkan kepada pengguna, mulai dari Instagram Story hingga fitur yang serupa dengan TV. Namun, tahun 2018 menandai titik baru yang sebenarnya.

Tahun 2018 dapat dibilang menjadi tahun yang menantang untuk media sosial Facebook. Dengan terjadinya pelanggaran privasi dan integritas di atas kasus Cambridge Analytica. Pengguna mulai mempertanyakan keamanan data mereka

Konsumen ingin diperlakukan seperti individu, bukan demografis. Mereka menuntut lebih banyak nilai dengan imbalan waktu dan informasi mereka. 

Baru baru ini, Hootsuite menerbitkan laporan mengenai Tren Media Sosial di Tahun 2019 berdasarkan survei tahunan terhadap 3.255 pelanggan bisnis Hootsuite, wawancara dengan analis industri, dan penelitian mendalam. Setidaknya terdapat lima tren media sosial yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2019.

Membangun kembali kepercayaan pengguna

Tahun 2018 menjadi tahun krisis kepercayaan untuk media sosial. Setelah skandal Cambridge Analytica dan sidang Kongres, Facebook menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pengguna dan regulator. Mereka dituntut untuk meningkatkan keamanan, transparansi, dan akurasi platformnya. Di sisi lain, Twitter, menghadapi kontroversi mengenai bot yang tidak terkendali, pada tahun 2018 mereka membersihkan jutaan akun palsu.

Menurut laporan “Edelman 2018 Trust Barometer Report” terdapat 60 persen orang tidak lagi mempercayai perusahaan media sosial. Sementara itu, Ponemon Institute, sebuah perusahaan riset independen yang berspesialisasi dalam privasi dan perlindungan data, melaporkan bahwa kepercayaan di Facebook telah jatuh sebesar 66 persen.

Kehidupan sosial dalam posting Stories

Menurut perusahaan konsultan Block Party, Stories, tayangan slide singkat dan vertikal yang dipelopori oleh Snapchat, tumbuh 15 kali lebih cepat daripada fitur lainnya.

Chief Product Officer Facebook, Chris Cox, menunjukkan bahwa Stories diatur untuk melampaui feed sebagai cara baru agar orang bisa membagikan sesuatu dengan teman-teman mereka. Hampir satu miliar pengguna di WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Snapchat sudah menggunakan fitur Stories. Media sosial berputar dari platform berbasis teks yang awalnya dirancang untuk penggunaan desktop ke jaringan yang benar-benar mobile.

Fitur Stories terasa nyata, langsung, dan sangat pribadi. Untuk brand besar, ini akan menjadi perubahan besar yang menjadi fokus pada tahun 2019.

Menutup celah iklan

Saat ini, tim marketing meningkatkan anggaran iklan media sosialnya, naik 32% pada tahun 2018, mereka juga memproduksi lebih banyak iklan daripada sebelumnya.

Tetapi dengan populernya iklan media sosial menyebabkan datangnya tantangan baru: Harga produk meningkat dan semakin sulit untuk diperhatikan. Menurut laporan Internet Trends Mary Meeker 2018, biaya rasio klik-tayang (RKT) Facebook meningkat sebesar 61%, dan biaya per seribu tayang (CPM) melonjak 112%. 

Solusinya? Tim marketing memperkuat konten organik yang memberikan kinerja terbaik dengan peningkatan berbayar.

E-commerce melalui media sosial 

Fitur posting online shop di Instagram memungkinkan pengguna untuk langsung menuju halaman checkout tanpa meninggalkan aplikasi dan platform. Di satu sisi, Facebook Marketplace merampingkan proses daftarnya yang sekarang digunakan di 70 negara oleh lebih dari 800 juta orang. Pinterest, yang memperkenalkan Buyable Pins pada tahun 2015, mereka terus mendorong konversi dengan 55 persen pelanggan menggunakan situs untuk mencari dan berbelanja produk.

Era perpesanan modern

Sembilan dari sepuluh konsumen ingin menggunakan aplikasi chatting untuk bisnis/

Dalam sebuah survey pada tahun 2018 terhadap 8.000 orang yang dilakukan oleh Facebook, 69% responden di AS mengatakan bahwa perusahaan mengirim pesan kepada konsumen mereka secara langsung. Mengingat tingkat minat konsumen, tidak mengherankan bahwa brand mengembangkan buku pedoman tentang tata cara mengirimkan chat dengan benar untuk keperluan pemasaran konten, penjualan, dukungan pelanggan, dan banyak lagi. 

Starbucks menciptakan dan membagikan stiker lucu di Viber, H&M memberikan saran mode melalui Kik chatbot, dan bot Facebook Messenger Domino memungkinkan pelanggan menemukan kupon dan membuat pesanan pengiriman.

Sumber: Hootsuite, Edelman

Related Articles
Insight

Trik Menjadi Pemimpin di Era Disruptif

By Tim Editor24 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

Daur Ulang Sampah Pakai Aplikasi

By Tim Editor11 Desember 2019 0 Mins Read
Insight

Manfaat Dari Solusi Mobile Worforce Management

By Tim Editor13 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

Bepergian Semakin Mudah dengan Kemajuan Teknologi

By Tim Editor28 November 2019 2 Mins Read
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Validasi Ide Startup Anda dengan Melakukan Hal-Hal Berikut

By Tim Editor21 November 2019 2 Mins Read
Insight

3 Tren Terkini untuk Tingkatkan Budaya dan Produktivitas Perusahaan

By Tim Editor12 November 2019 3 Mins Read
Insight

Berikut Ini Tips Tingkatkan Motivasi Karyawan Jelang Akhir Tahun

By SpotQoe07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Peran Penting Teknologi dalam Membangun Budaya di Tempat Kerja

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment