Insight

Untuk Apa Ada CS di Ecommerce?

By Tim Editor28 Agustus 2019 2 Mins Read
16 0

Sumber: Pexels

OFiSKITA - Layanan pelanggan ecommerce mengacu pada layanan yang Anda berikan kepada pembeli online. Jika pengunjung memiliki pertanyaan atau memerlukan bantuan dalam melakukan pembelian, fitur-fitur ini membantu mereka menavigasi situs Anda dan mencapai tujuan mereka. Pendekatan CS pada ecommerce sedikit berbeda dari CS di toko fisik, karena mereka hanya dapat menelepon atau chatting sehingga Anda perlu mengantisipasi hambatan yang akan dialami pengguna selama proses pembelian. 

Memberikan layanan pelanggan yang sangat baik dalam ecommerce dapat menjadi tantangan bagi beberapa bisnis. Itu mungkin dikarenakan sulitnya berinteraksi tanpa tatap muka. Namun jangan kuatir karena kiat-kiat berikut dapat membantu Anda mengatasinya. 

1. Mengembangkan strategi multi channel

Strategi multi channel memadukan berbagai saluran promosi dan distribusi, yang dapat memposisikan Anda untuk menjangkau, menghubungkan, dan membangun hubungan dengan pelanggan. Sebuah studi oleh Aberdeen Group menemukan bahwa perusahaan dengan strategi keterlibatan pelanggan multichannel terkuat mempertahankan rata-rata 89% pelanggan mereka. Pastikan Anda bisa dijangkau dimanapun pelanggan Anda berada contohnya di Facebook, WhatsApp, live chat, email atau panggilan telepon.

2. Waktu respons rata-rata harus cepat

Ketika pelanggan memiliki pertanyaan, mereka berharap akan ditanggapi dengan segera. Inilah sebabnya mengapa penting untuk fokus pada waktu respons rata-rata saat bekerja dengan pelanggan ecommerce. Perangkat seperti live chat dan chatbots dapat meningkatkan waktu respons rata-rata. Dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan jawaban, pelanggan cenderung tidak akan pergi dari situs Anda.

3. Sertakan opsi layanan mandiri 

Cara efisien lain untuk menyediakan jawaban kepada pelanggan adalah dengan menggunakan fitur layanan mandiri tanpa bantuan CS. Ketika pelanggan memiliki pertanyan. Salah satu contohnya adalah pengetahuan yang berisi dokumen layanan dan dukungan. 

4. Sediakan saluran telepon khusus

Beberapa pelanggan tidak memiliki kesabaran untuk bertanya atau melayangkankeluahan secara online. Bila sudah beitu maka telepon akan sangat membantu terutama dengan adanya interaksi melalui suara. 

5. Optimalkan & otomasikan pemenuhan pesanan 

Sudah saatnya Anda beralih dari sistem pemenuhan pesanan manual ke sistem pemenuhan pesanan otomatis. Mengapa? Karena itu akan menghemat waktu Anda, meningkatkan produktivitas Anda dan membawa kepuasan optimal kepada pelanggan. Menggunakan sistem otomatis yang akan menangani seluruh proses dari awal pesanan hingga pengiriman akan lebih baik, dan kemungkinan besar akan membuat pelanggan Anda senang dengan merek Anda.

Sumber: acquire.io; hubspot.com

Related Articles
Insight

Perpu E-commerce Sudah Final, Pelaku Dagang Harap Tertib!

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Insight

Sah! Investree Tanam Saham di MBiz

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Insight

Business Intelligence untuk Startup di 2020, Perlu Lebih Diseriusi

By Tim Editor03 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Content Hack untuk E-Commerce

By Tim Editor02 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Wishlist Bisa Akali Penjualan yang Turun di Musim Libur

By Tim Editor27 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Cybercrime Ancam Fintech, Mobile Banking & e-Commerce di 2020

By Tim Editor26 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Trik Menjadi Pemimpin di Era Disruptif

By Tim Editor24 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

Rangkul Pelanggan B2B dengan Cara Berikut

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Uniknya Karakteristik Ecommerce B2B Dibandingkan dengan B2C

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Banyak Orang Salah Paham tentang E-commerce B2B

By Tim Editor03 Desember 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment