Insight

Waktu yang Tepat untuk Memulai Branding

By Tim Editor19 Februari 2019 3 Mins Read
158 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Perusahaan besar seperti Coca Cola atau Adidas bisa jadi sudah menjalankan branding sejak awal berdirinya bertahun- tahun lalu. Sementara merek lain baru saja mulai menjalani prosesnya. Bila Anda bertanya kapan sebaiknya upaya branding itu dilakukan? Ada baiknya menyimak penjelasan berikut ini.

  • Mendirikan perusahaan baru

Jika Anda sedang dalam tahapan membuat perusahaan baru, ini dia saatnya Anda memulai dari nol. Segala hal dari soal desain, tema, dan voice tone untuk bisnis Anda dapat menentukan apakah Anda akan berhasil atau tidak.

  • Memperkenalkan portofolio baru

Jika Anda sudah memiliki bisnis yang sudah ada, tetapi baru-baru ini menambahkan produk atau layanan baru, mengubah posisi merek tampaknya tindakan yang masuk akal. Anda dapat mem-branding portofolio ini secara terpisah, atau sekaligus merestrukturisasi strategi branding Anda saat ini dan memulai yang baru.

  • Mengubah nama

Jika baru- baru ini Anda mengubah nama bisnis Anda, maka ini saat yang tepat untuk memulai latihan branding atau rebranding. Biasanya, ketika sebuah bisnis mengubah nama, itu akan melalui transisi lain juga. Ini dapat mencakup layanan baru, pendekatan berbeda untuk layanan atau produk mereka yang ada. Perubahan identitas ini juga akan menunjukkan transisi ke audiens Anda.

  • Merevitalisasi merek dan identitas

Agar suatu merek berhasil direvitalisasi, semua pemangku kepentingan harus berada pada jalur yang sama. Proses branding sangat penting selama revitalisasi karena setiap orang harus memiliki pemahaman yang kuat tentang tujuan, janji, produk, orang, tempat, dan harga perusahaan.

  • Merger perusahaan

Ketika perusahaan bergabung, ada beberapa pilihan yang harus diambil oleh pemimpin tentang portofolio dari merek gabungan. Nama brang dapat dialihkan ke nama merek perusahaan pengakuisisi, atau mereka dapat mempertahankan nama merek aslinya. Opsi lain adalah dual-branding, dimana kedua nama merek digabungkan. Strategi dual-branding ini sering dikejar ketika perusahaan menggabungkan nama perusahaan untuk membentuk nama perusahaan baru, seperti PricewaterhouseCoopers.

  • Siap untuk naik tingkat

Saat awal memulai bisnis bisa saja Anda tidak melakukan branding, namun seiring berjalannya waktu dan majunya bisnis Anda, kemungkinan besar Anda akan mencapai titik dimana Anda harus siap membawa bisnis Anda ke tingkat berikutnya. Inilah waktunya bagi Anda lebih serius dan berinvestasi pada branding yang berkualitas dan membangun kepercayaan.

Sudah terbayang kapan akan memulai branding? Perlu Anda ingat juga bahwa tidak semua elemen yang melekat pada sebuah merek, secara otomatis merupakan bagian dari brand itu sendiri. Banyak orang salah persepsi mengenai hal ini dan ada baiknya bila mengingat poin- poin berikut.   

1. Nama perusahaan bukan brand   

Nama perusahaan Anda menjadi identifikasi perusahaan, produk, atau layanan yang ditawarkan, tetapi itu bukan brand.

2. Logo bukan brand  

Logo merupakan media untuk menempatkan identitas perusahaan serta standar grafis yang akan mewakili perusahaan. Branding akan membantu menjadikan sebuah logo, identik dengan perusahaan, sehingga memudahkan konsumen untuk mengidentifikasi perusahaan Anda ketika mereka melihatnya

3. Kartu nama, sign box, brosur bukan brand

Ketiganya adalah perpanjangan dari identitas yang Anda bangun dan dirancang untuk mendukung pemasaran. Membuat logo dan memasangnya di kartu bisnis tidak termasuk branding.

4. Situs web bukan brand

Demikian halnya dengan situs web yang juga tidak termasuk brand. Situs web Anda merupakan perpanjangan dari identitas korporat dan merupakan pusat tujuan pemasaran dan periklanan Anda. Titik pemasaran dan periklanan ke situs web yang menerima pengunjung dan memperluas identitas perusahaan Anda melalui konten seperti deskripsi produk/ layanan, panduan produk, posting blog, dan lain sebagainya.

5. Persepsi Anda terhadap perusahaan, bukan brand

Merek Anda bukan tentang apa yang Anda katakan tentang perusahaan Anda, melainkan tentang apa yang Anda lakukan, dan apa dampaknya terhadap orang lain. Pada kenyataannya, merek Anda adalah mengenai apa yang orang rasakan tentang Anda dan bisnis Anda.

Sumber: benchmark.metricmarketing.ca; upgrad.com

Related Articles
Insight

5 Tips Agar Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

By Tim Editor02 September 2020 3 Mins Read
Insight

Sekali Dayung Dua Bisnis Dijalani Sekaligus

By Tim Editor18 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia

By Tim Editor14 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Kue Cokelat Obat Survive di Tengah Krisis

By Tim Editor13 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Mantan Pelayan Banting Stir Jual Makanan Online

By Tim Editor29 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Susu Kambing Etawa, Dari dan Untuk Masyarakat Indonesia

By Tim Editor17 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Penerus Usaha Abon Sapi Keluarga yang Belajar dari Nol

By Tim Editor15 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Self Publishing, Siapa Pun Bisa Menjadi Penulis

By PrintQoe09 Juli 2020 4 Mins Read
Comments
Write Comment