Insight

WHO Tetapkan Kecanduan Gim sebagai Gangguan Medis

By Tim Editor13 Juni 2019 2 Mins Read
6 0

Gambar: Unsplash

OFiSKITA – Organisasi Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO) menetapkan kecanduan gim sebagai gangguan medis. Hal itu dimuat dalam laporan International Classification of Diseases (ICD) yang dirilis pada Sabtu (25/5). 

Juru bicara WHO Tarik Jasarevi mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan bukti-bukti dan kesepakatan di antara para ahli di seluruh dunia. Menurutnya, penderita kecanduan gim umumnya mengalami gangguan kontrol pada dirinya.

“Sehingga mereka (pemain gim) lebih memprioritaskan gim daripada tanggung jawab hariannya, termasuk ke sekolah atau bekerja dan bersosialisasi,” ujar Jasarevi seperti dikutip dari Time, Rabu (29/5). 

Menurut para ahli WHO, perilaku para pemain gim berbeda dengan mereka yang kerap menggunakan internet, media sosial, judi dan belanja online. “Tingkat ketergantungannya berbeda dengan gim.” 

Para ahli tersebut melanjutkan, perilaku bermain gim berubah menjadi kelainan ketika pemain lebih mengutamakan bermain gim daripada kegiatan sehari-hari lainnya. 

Kecanduan bermain gim bahkan bisa merusak hubungan sosial pengguna, bahkan ada yang putus sekolah sekolah atau berhenti dari pekerjaannya. Menurut pedoman WHO, seseorang perlu menunjukkan gejala selama 12 bulan untuk menerima diagnosis gaming disorder.

American Psychiatric Association memperkirakan antara 0,3-1% dari populasi dunia menderita gaming disorder. Artinya, lebih dari 75 juta orang mengalami gangguan medis akibat kecanduan gim.

Data eMarketer, perputaran uang dalam bisnis gim online hampir mencapai US$ 44 miliar atau sekitar Rp 631,8 triliun pada 2018. Angka itu melebihi melebihi penjualan tiket bioskop atau layanan streaming film. 

Permainan daring pun menggeser popularitas platform media sosial. Aplikasi gim terbukti mengurangi durasi pengguna Facebook atau Snapchat.

Industri gim sejak awal menentang klasifikasi WHO sejak pertama kali diusulkan pada 2018. Entertainment Software Association (ESA), yang mewakili pembuat video game di AS, menyatakan, penyebutan gangguan medis pada kecanduan gim secara serampangan justru menyepelekan masalah kesehatan mental yang sebenarnya.

"WHO tahu bahwa akal sehat dan penelitian objektif membuktikan bahwa permainan video tidak membuat ketagihan," demikian pernyataan ESA.

 

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "WHO Tetapkan Kecanduan Gim sebagai Gangguan Medis", https://katadata.co.id/berita/2019/05/31/who-tetapkan-kecanduan-gim-sebagai-gangguan-medis

Penulis: Cindy Mutia Annur 

Editor: Pingit Aria

Related Articles
Insight

Semua Serba Otomatis dengan SAP S/4HANA

By Tim Editor5 hours ago2 Mins Read
Insight

Butuh Karyawan Baru? Tenang, SAP SuccessFactors Bisa Bantu

By Tim Editor3 hours ago2 Mins Read
Insight

Butuh Karyawan Baru? Tenang, SAP SuccessFactors Bisa Bantu

By Tim Editor14 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Waktunya Terapkan Middleware Pada Sistem Bisnis Anda

By Tim Editor14 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Pakai E-Statement, Bye Tumpukan Tagihan!

By Tim Editor11 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Perusahaan Anda Sudah Pakai Microsoft Dynamics?

By Tim Editor08 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Coba-Coba Belanjaan Lewat Augmented Reality

By Tim Editor09 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Makan Bareng Sudah Ngga Pake Bingung Lagi

By Tim Editor08 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Krusialnya Peran Opinion Mining dalam Berbisnis

By Tim Editor09 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

24 Jam Pantau Armada dengan Fleet Management System

By Tim Editor09 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment