Insight

Yuk Bangkit & Jangan Takut Memulai Usaha Di Masa Pandemi

By Tim Editor09 April 2020 4 Mins Read
475 0

Gambar: tempo.co

OFiSKITA - Satu bulan terakhir ini semua orang disibukkan dengan pandemi COVID-19 yang meluas di seluruh dunia. Aktivitas keseharian seperti bekerja, bersekolah maupun beribadah kini terpaksa dibatasi untuk mengurangi penularan virus, dan dampaknya roda perekonomian pun melambat. Banyak karyawan terkena pemutusan kerja karena laju usaha tidak lagi normal. Meski begitu masih ada sektor informal yang masih menggeliat di tengah sulitnya perekonomian. 

Pelaku sektor informal ini antara lain para pengusaha UKM yang menjalankan usahanya secara online, para kurir logistik maupun ekspress yang mengantarkan paket ke rumah-rumah, hingga pedagang keliling yang menjajakan kebutuhan sehari-hari. Di luar isu kesehatan yang kini sedang disorot, nyatanya masyarakat Indonesia masih memiliki semangat menjalani hidup. 

Sebagai contoh, dalam wawancara dengan program televisi Mata Najwa seorang pekerja yang mengalami pemutusan kerja kini banting setir membuat masker kain untuk kemudian dijual. Semangat ini perlu dijaga sambil terus diolah agar bisa menghasilkan pemasukan baru bagi orang tersebut. Apalagi mengingat himbauan pemerintah agar masyarakat mengenakan masker kain ketika berkegiatan. Nah ini menjadi peluang bagi sektor usaha kecil dan/atau rumahan untuk perlahan bangkit dan memulai produksi mereka.

Sedikit bocoran, menurut kontan.co.id bisnis di bidang perlengkapan kesehatan, e-commerce, dan FMCG agaknya masih tumbuh di tengah situasi sulit sekarang. Nah untuk membantu Anda yang sedang berada dalam posisi sulit, beberapa tips keuangan berikut mungkin bisa membantu Anda kembali bangkit. 

1. Kelola stress dengan baik 

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menerima bahwa situasi perekonomian saat ini memang sulit. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia namun dunia. Semua orang sedang berperang dengan COVID-19 dengan caranya sendiri-sendiri. Maka berlapang dada-lah bila Anda terkena PHK, uang belanja menipis, dan lain sebagainya sehingga pikiran Anda tidak buntu dan stress. Demi keluarga dan demi diri sendiri, Anda harus tetap bisa berpikir jernih di tengah situasi sulit seperti sekarang.

2. Bangkit dan lakukan sesuatu

Mulai hadapi kenyataan dan lakukan sesuatu agar dapur Anda bisa terus menyala. Pikirkan ide usaha yang paling mudah Anda lakukan untuk dijual secara online. Mengapa? Karena saat ini sektor UMKM masih bergerak meski tidak seaktif biasanya. Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk membuat/menjahit masker kain, atau menjual makanan beku misalnya. Akan lebih baik jika Anda diskusinya niat usaha ini dengan anggota keluarga di rumah, karena bisa jadi keputusan Anda akan memepengaruhi mereka. Misalnya ketika uang belanja berkurang karena disisihkan untuk modal usaha, atau bahkan mungkin mereka ikut terlibat dalam produksi nantinya. 

3. Sisihkan modal usaha semampunya

Setelah Anda sudah tahu usaha apa yang akan ditekuni untuk menyambung hidup, maka tentu Anda perlu modal bukan? Pertama-tama cek dulu kondisi keuangan Anda, baik itu dari gaji terakhir maupun simpanan pribadi. Baru kemudian berhitung kira-kira setelah dikurangi kebutuhan sehari-hari, berapakah dana yang bisa disisihkan untuk memulai usaha. Pisahkan dana yang akan Anda gunakan untuk usaha, dengan dana pribadi agar tidak mengganggu jatah belanja rumah. Nah dana usaha yang sudah dipisahkan tadi bisa anda pecah lagi untuk membeli bahan baku, untuk produksi, dan kuota internet untuk menjajakan online.

4. Cermat memilih platform/aplikasi jualan

Hampir semu orang punya akun Facebook, Anda bisa memanfaatkan ini dengan membuat page khusus untuk jualan. Namun jika ingin target penjualannya lebih luas, ada baiknya Anda membuat akun di Tokopedia, Bukalapak, atau Shopee yang sudah memiliki basis pengikutnya sendiri. 

5. Tampilkan foto produk yang unik

Ketika Anda menjalankan usaha online, maka display etalase berubah menjadi foto produk. Tak masalah bila Anda menggunakan kamera smarphone untuk mem-foto produk jualan, yang penting kreativitas dalam mengatur angle, tata letak atau pencahayaan bisa membuat tampilan produk Anda menjadi eye catching sehingga menarik calon konsumen. 

6. Deskripsi produk yang detil

Toko online tidak memiliki SPG yang akan menjelaskan secara detil mengenai sebuah produk. Tugas ini diambil alih oleh kolom deskripsi produk yang perlu Anda isi dengan jelas dan mendetil, agar calon konsumen tahu jelas berapa ukuran barang, bahan baku pembuat, fungsi, keunggulan, hingga cara perawatan dan pilihan motif/warna bila ada. Sertakan juga hashtag atau kata kunci yang memudahkan oranguntuk menemukan produk Anda, seperti 'Masker kain hijab', atau 'dimsum beku homemade'.

7. Cermat memilih jasa pengiriman

Untuk menghemat dana usaha yang Anda sisihkan di awal, coba cari tahu jasa pengiriman apa saja yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal Anda. Bila ada yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki maka itu akan menghemat ongkos bensin bukan? 

8. Terapkan manajemen usaha 

Anda harus pintar-pintar mencatat masuk-keluar barang serta cash flow usaha baru ini. Mumpung usahanya baru dimulai, jadi pendataan bisa lebih rapi. Data ini nantinya mungkin berguna untuk analisa siapa saja sih target market Anda, sehingga membantu anda mengembangkan usaha. 

Jangan berkecil hati, kita semua sama-sama sedang berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan. Namun yakinlah bahwa ini akan segera berakhir, dan kehidupan akan kembali baik-baik saja :).

Sumber: kontan.co.id; liputan6.com; jurnal.id; kompas.com

Related Articles
Insight

Pertahankan atau Hapus Saja Akun Facebook Perusahaan?

By Tim Editor28 April 2021 3 Mins Read
Insight

Astra Internasional Perluas Investasi di Bisnis Digital

By Tim Editor23 April 2021 3 Mins Read
Insight

Menggapai Pasar Kaum Milenial dan Gen Z

By Tim Editor16 April 2021 3 Mins Read
Insight

Bersiap Jalani Pola Kerja Hybrid

By Tim Editor12 April 2021 3 Mins Read
Insight

Langkah-Langkah Menangani Krisis PR Perusahaan

By Tim Editor08 April 2021 3 Mins Read
Insight

6 Tips Mengelola Tim di Masa Krisis

By Tim Editor07 April 2021 4 Mins Read
Insight

Perubahan Pada Bisnis B2B Setelah Adanya Pandemi

By Tim Editor24 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

Angka Penipuan Online Melejit Selama Pandemi

By Tim Editor23 Maret 2021 3 Mins Read
Comments
Write Comment