Insight

Yuk, Hemat Energi Bareng Fuji Xerox

By Tim Editor22 Mei 2019 2 Mins Read
28 0

Gambar: Noah Buscher / Unsplash

OFiSKITA – Pernahkah terpikir oleh kita bahwa penggunaan alat-alat kerja sehari-hari menyumbang kerusakan lingkungan? Mungkin banyak dari kita yang tidak sadar, ternyata sekecil apapun energi yang kita pakai akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Ambil contoh, saat kita menyalakan lampu 5 watt di rumah, maka kita akan mengambil pasokan daya yang disediakan PLN sebesar 5 watt. Bayangkan jika saat bersamaan satu juta orang seperti Anda menyalakan lampu yang sama, maka sekira 5 juta watt daya listrik akan terpakai.

Lalu apa hubungannya daya listrik dengan kerusakan alam? Akibat berlebihnya konsumsi listrik, dua akibat utama yang muncul adalah ketidakseimbangan pasokan listrik antar pulau, polusi, dan inefisiensi penggunaan sumber daya alam berbahan bakar fosil. Mengutip pernyataan dari WWF, fakta bahwa kebanyakan pembangkit listrik di Indonesia memakai bahan bakar fosil menunjukkan bahwa sektor ketenagalistrikan berpotensi menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi karbondioksida di Indonesia bahkan di kawasan Asia Pasifik.

World Resources Institute (WRI) dalam analisisnya menempatkan Indonesia pada peringkat ke-21 penghasil emisi karbondioksida tertinggi di dunia tahun 2000. Emisi karbondioksida Indonesia yang dihasilkan sektor energi saja mencapai 1,2% emisi karbondioksida dunia keseluruhan (78 juta ton CO2). Sedangkan jumlah emisi karbon dioksida per orang di Indonesia adalah 0,4 ton, atau berada pada peringkat 108 dunia.

Menyadari fenomena ini, Fuji Xerox sebagai produsen piranti yang juga mengkonsumsi tenaga listrik, tak hanya berpangku tangan. Lewat teknologi yang diterapkan dalam setiap perangkatnya, memungkinkan penghematan konsumsi listrik dibandingkan dengan perangkat sejenis lainnya.

Sebagai langkah nyata, Fuji Xerox membuat rencana jangka panjang penghematan energi sejak tahun 1997, misalnya dengan memotong konsumsi daya listrik dari mesin fotokopi dan perangkat multifungsi, dan mempercepat upaya pengembangan dalam menciptakan teknologi hemat energi. Konsumsi listrik per perangkat telah dikurangi sekitar 45 persen pada tahun 2008 dibandingkan 1997, dan Fuji Xerox juga mengurangi konsumsi daya total mesin fotokopi / perangkat multifungsi Fuji Xerox di pasar Jepang sekitar 22 persen. Sebagai hasilnya, sekitar 670.000 ton CO2 sudah dikurangi dalam sebelas tahun (1998-2008).

Tak hanya itu, pada bulan Februari 2009, Fuji Xerox menetapkan target pengurangan gas rumah kaca tahun 2020, dengan cara mengurangi konsumsi daya per perangkat sebesar 80 persen dari tahun 2005. Nah, tentu tak ada alasan bagi Anda pecinta lingkungan untuk tidak memakai produk Fuji Xerox sebagai alat kerja dalam perusahaan Anda.

Sumber: documentsolution.com

Related Articles
Insight

Astragraphia Perluas Penjualan dan Jamin Pelayanan Purna Jual Mesin Cetak Digital Offset di Indonesia

By Astragraphia Document Solution12 Februari 2020 3 Mins Read
Insight

Iridesse Mesin Cetak Profesional Andalan Prima Print Shop & Copy Centre

By Astragraphia Document Solution20 Januari 2020 3 Mins Read
Insight

Iridesse Sukses Tingkatkan Layanan PrimaGraphia

By Astragraphia Document Solution21 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Graphtec FCX2000-60CV, Mesin Potong On-Demand

By Tim Editor13 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Printronix P8000ZT, Ideal untuk Semua Industri

By Tim Editor08 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Trik Menjadi Pemimpin di Era Disruptif

By Tim Editor24 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

Gathering Launching Prime Link C9065 “Simply Professional, Expand Your Business”

By Astragraphia Document Solution16 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

AGIT Raih Runner Up Microsoft Hike-a-Thon

By Astra Graphia Information Technology12 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Ruang Kreasi dan Ekspresi Tanpa Batas Bagi Desainer Grafis Indonesia

By Astragraphia Document Solution13 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Astragraphia Ngobrol Asik Bersama Mahasiswa Desain Komunikasi Visual

By Astragraphia Document Solution11 Desember 2019 3 Mins Read
Comments
Write Comment